Versi Rusia, Serangan Rudalnya di Sumy Tewaskan 60 Komandan Ukraina dan NATO
Selasa, 15 April 2025 - 05:27 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan hal senada.
“Kami memiliki fakta tentang siapa yang berada di fasilitas yang diserang di Sumy. Itu adalah pertemuan lain antara para pemimpin militer Ukraina dengan rekan-rekan Barat mereka, yang menyamar sebagai tentara bayaran atau saya tidak tahu siapa,” kata Lavrov kepada Interfax, yang dilansir Selasa (15/4/2025).
“Ada prajurit NATO di sana dan mereka bertanggung jawab langsung,” imbuh diplomat top Moskow tersebut.
“Semua orang tahu ini,” imbuh dia, merujuk pada laporan New York Times bulan lalu yang merinci keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan Ukraina terhadap Rusia sejak eskalasi konflik pada tahun 2022.
Sebaliknya, kata Lavrov, Kyiv secara rutin telah melanggar hukum internasional dengan menempatkan persenjataan di dalam atau di dekat infrastruktur sipil.
”Hukum humaniter internasional secara tegas melarang pengerahan fasilitas dan senjata militer di wilayah fasilitas sipil,” kata Lavrov.
“Kami memiliki fakta tentang siapa yang berada di fasilitas yang diserang di Sumy. Itu adalah pertemuan lain antara para pemimpin militer Ukraina dengan rekan-rekan Barat mereka, yang menyamar sebagai tentara bayaran atau saya tidak tahu siapa,” kata Lavrov kepada Interfax, yang dilansir Selasa (15/4/2025).
“Ada prajurit NATO di sana dan mereka bertanggung jawab langsung,” imbuh diplomat top Moskow tersebut.
“Semua orang tahu ini,” imbuh dia, merujuk pada laporan New York Times bulan lalu yang merinci keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan Ukraina terhadap Rusia sejak eskalasi konflik pada tahun 2022.
Sebaliknya, kata Lavrov, Kyiv secara rutin telah melanggar hukum internasional dengan menempatkan persenjataan di dalam atau di dekat infrastruktur sipil.
”Hukum humaniter internasional secara tegas melarang pengerahan fasilitas dan senjata militer di wilayah fasilitas sipil,” kata Lavrov.
Lihat Juga :