Whistleblower: Zuckerberg Bermitra dengan China, Partai Komunis Bisa Akses Data Pengguna Meta

Sabtu, 12 April 2025 - 10:43 WIB
"Mengapa Facebook begitu ingin mencegah saksi ini mengatakan apa yang diketahuinya?" katanya.

"Trik terhebat yang pernah dilakukan Mark Zuckerberg adalah membungkus dirinya dengan bendera Amerika dan menyebut dirinya seorang patriot serta mengatakan bahwa dia tidak menawarkan layanan di China, sementara dia menghabiskan dekade terakhir membangun bisnis senilai USD18 miliar di sana," lanjut Wynn-Williams.

Pihak Meta Membantah



Pihak Meta membantah klaim tersebut, dengan menyatakan bahwa kesaksian Wynn-Williams "tidak sesuai dengan kenyataan dan penuh dengan klaim palsu".

Juru bicara perusahaan Ryan Daniels mengatakan bahwa meskipun CEO Meta Mark Zuckerberg telah mengumumkan secara terbuka tentang kepentingan perusahaan untuk menawarkan layanannya di China, "Faktanya adalah ini: kami tidak mengoperasikan layanan kami di China saat ini."

Namun, Wynn-Williams menegaskan bahwa tindakan Meta disengaja, dengan alasan kepentingan perusahaan untuk memperluas bisnisnya di China.

Wynn-Williams juga mengatakan bahwa Meta bekerja "sama erat" dengan Beijing untuk menciptakan alat sensor guna membungkam para pengkritik Partai Komunis China.

Wynn-Williams mengeklaim bahwa Meta mengancamnya dengan ganti rugi sebesar USD50.000 karena berbicara, meskipun pernyataannya benar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!