AS Baru Saja Kalah Perang dengan Rusia, Berikut 3 Alasannya
Sabtu, 12 April 2025 - 00:10 WIB
Tentara AS kalah perang dengan Rusia. Foto/X/US Army
MOSKOW - Para pembuat kebijakan Amerika Serikat terlalu arogan untuk mengakui bahwa mereka telah "kalah perang dengan Rusia" atas Ukraina. Itu diungkapkan jurnalis AS Tucker Carlson.
Para pejabat Rusia menganggap konflik Ukraina sebagai perang proksi NATO – sebuah gagasan yang secara terbuka disetujui oleh beberapa politisi Barat, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
"Kami baru saja kalah perang dengan Rusia," mantan pembawa acara Fox News itu menyatakan. “AS yang menjalankan perang itu – militer AS, Pentagon, Departemen Luar Negeri, CIA – yang menjalankan perang melawan Rusia. Itu bukan... tidak pernah tentang Ukraina.”
Baca Juga: Ini 4 Kehebatan Frankenjet, Jet Tempur Siluman Daur Ulang yang Dibuat dari 2 Pesawat yang Hancur Senilai Rp1,2 Triliun
Para pejabat Rusia menganggap konflik Ukraina sebagai perang proksi NATO – sebuah gagasan yang secara terbuka disetujui oleh beberapa politisi Barat, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
AS Baru Saja Kalah Perang dengan Rusia, Berikut 3 Alasannya
1. Perang Ukraina Adalah Konflik AS dan Rusia
Dalam sebuah wawancara dengan Alex Jones yang diterbitkan pada hari Rabu, Carlson menuduh mereka yang mengabadikan permusuhan mengabaikan bahwa Rusia telah muncul sebagai pemenang."Kami baru saja kalah perang dengan Rusia," mantan pembawa acara Fox News itu menyatakan. “AS yang menjalankan perang itu – militer AS, Pentagon, Departemen Luar Negeri, CIA – yang menjalankan perang melawan Rusia. Itu bukan... tidak pernah tentang Ukraina.”
Baca Juga: Ini 4 Kehebatan Frankenjet, Jet Tempur Siluman Daur Ulang yang Dibuat dari 2 Pesawat yang Hancur Senilai Rp1,2 Triliun
2. AS Terlalu Sombong saat Perang dengan Rusia
Carlson menyatakan kekhawatiran bahwa “tidak seorang pun akan mengatakannya dengan lantang – bahwa kita melebih-lebihkan kekuatan kita.” Ia menyamakan AS dengan seorang pria berusia 60 tahun yang telah bercerai yang mencoba merayu seorang wanita berusia 25 tahun, tidak menyadari betapa absurd dan memalukannya dia.Lihat Juga :