Siapa Monther Abed? Satu-satunya Korban Selamat Pembantaian Paramedis di Rafah oleh Israel

Selasa, 08 April 2025 - 00:01 WIB
Abed mengungkapkan dia disiksa dengan kejam, dengan mengatakan, “Mereka memukul saya dengan popor senapan dan menyiksa saya, menanyakan nama, alamat, dan keterangan tentang keberadaan saya pada tanggal 7 Oktober. Semakin banyak saya menjawab, semakin mereka memukul saya. Saya ingin mati karena rasa sakit dari penyiksaan itu.”

Satu-satunya paramedis yang selamat itu mengungkap pasukan Israel menggunakan buldoser militer untuk menggali tanah di lokasi tersebut.

Dia melihat mereka menggali lubang di satu sisi dan tiga lubang lainnya di sisi lain, tempat mereka mengubur ambulans dan kendaraan pertahanan sipil setelah menembak orang-orang di dalamnya.

Pada tanggal 27 dan 30 Maret, otoritas Gaza mengumumkan mereka telah menemukan jasad 15 anggota tim paramedis dan pemadam kebakaran yang terkubur di area sekitar 200 meter dari tempat kendaraan mereka berhenti.

Bukti menunjukkan para korban ditembak, dengan beberapa ditemukan terikat di pergelangan tangan.

Klaim Israel vs Kenyataan



Pada tanggal 31 Maret, tentara Israel mengklaim pasukannya tidak menyerang ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran "secara acak," tetapi malah menembaki "kendaraan yang mendekat dengan mencurigakan tanpa menyalakan lampu darurat."

Mereka juga mengklaim operasi tersebut mengakibatkan terbunuhnya anggota Brigade Al-Qassam Hamas dan Gerakan Jihad Islam.

Namun, Abed sepenuhnya membantah klaim tersebut, dengan menegaskan daerah tersebut bukanlah zona operasi militer tetapi daerah sipil dengan warga sipil.

Dia menekankan apa yang dilakukan tentara Israel adalah "kejahatan terhadap kemanusiaan" yang mereka coba tutupi dengan mengubur tim kemanusiaan dan kendaraan mereka untuk menghilangkan bukti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!