Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya

Jum'at, 04 April 2025 - 18:26 WIB
Ketidakpastian menyelimuti suksesi Sultan Qaboos bin Said - yang memerintah dari tahun 1970 hingga kematiannya pada Januari 2020 - setelah tidak ada konsensus yang dicapai di antara para bangsawan senior tentang penguasa baru.

Sebuah amplop yang berisi catatan tulisan tangan Sultan Qaboos yang menyebutkan pengganti pilihannya kemudian dibuka.

Undang-undang tersebut menunjuk Pangeran Haitham, sepupu Sultan Qaboos, sebagai sultan baru negara tersebut.

Undang-Undang Dasar juga menetapkan bahwa sultan harus "beragama Muslim, dewasa, rasional, dan putra sah dari orang tua Muslim Oman".

Pangeran Dhi Yazan bin Haitham saat ini menjabat sebagai menteri kebudayaan, olahraga, dan pemuda, meskipun ia tidak diharapkan untuk segera mengambil tanggung jawab tambahan sebagai putra mahkota.

Undang-undang tersebut menyatakan bahwa tugas-tugas baru akan diberikan kepadanya sebagai putra mahkota dan ia juga diharapkan untuk mengambil peran sebagai sultan jika ayahnya tidak mampu.

"Jika terjadi halangan sementara yang mencegah Sultan untuk melaksanakan tugasnya, putra mahkota harus mengambil alih kekuasaan," demikian bunyi undang-undang tersebut.

3. Menjamin Suksesi Lebih Stabil

Sultan Haitham mengatakan kerangka kerja baru tersebut akan menjamin "mekanisme yang spesifik dan stabil" untuk proses suksesi.

Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa Dewan Keluarga Kerajaan akan dibentuk dan "formulasi, spesialisasi, dan prioritas anggotanya harus ditentukan oleh Keputusan Kerajaan".

Tidak ada informasi lebih lanjut tentang peran dewan ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!