10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
Sabtu, 05 April 2025 - 04:40 WIB
NATO berperan dalam perdamaian dan keamanan internasional, dan memainkan peran penting dalam kebijakan pertahanan negara. Kanada berfokus untuk memastikan organisasi perjanjian tersebut tetap mutakhir, adaptif, dan siap menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.
Selain itu, baru-baru ini Kanada telah berupaya untuk menunjukkan komitmennya terhadap aliansi secara nyata, dan anggaran pertahanannya merupakan salah satu yang terbesar di antara anggota NATO.
Denmark juga merupakan bagian dari kebijakan pertahanan Uni Eropa dan bekerja sama dengan Swedia, Norwegia, dan Finlandia untuk membangun pertahanan udara Nordik yang terpadu.
Pada tahun 2007, ketika Nicolas Sarkozy terpilih sebagai Presiden, reformasi signifikan dilaksanakan yang menghasilkan pengembalian penuh Prancis ke keanggotaan NATO pada bulan April 2009. Langkah ini termasuk bergabung kembali dengan Struktur Komando Militer NATO sambil mempertahankan pencegah nuklir independen. Prancis adalah satu-satunya anggota NATO di luar Kelompok Perencanaan Nuklir.
Islandia memiliki Penjaga Pantai dengan armada kapal dan pesawat kecil. Aset-aset ini dilengkapi dengan senjata seperti senjata ringan, artileri angkatan laut, dan stasiun radar pertahanan udara.
Penjaga Pantai juga mengoperasikan sistem pertahanan udara dan pengawasan sebagai bagian dari Sistem Pertahanan Udara terpadu NATO, yang membantu angkatan udara sekutu NATO memantau wilayah udara di Islandia dan mempertahankan kedaulatannya.
Islandia berpartisipasi dalam latihan NATO tahunan yang disebut Viking Utara. Negara ini juga melakukan "Tantangan Utara" yang difokuskan pada penjinakan persenjataan peledak.
Selain itu, baru-baru ini Kanada telah berupaya untuk menunjukkan komitmennya terhadap aliansi secara nyata, dan anggaran pertahanannya merupakan salah satu yang terbesar di antara anggota NATO.
3. Denmark
Denmark menjadi anggota pendiri NATO pada bulan April 1949, bersama dengan 11 negara lainnya. Namun, negara tersebut memutuskan untuk membatasi keterlibatannya dalam kemitraan strategis tersebut. Ini termasuk tidak memiliki pangkalan permanen di masa damai, tidak mengizinkan hulu ledak nuklir, dan mengizinkan aktivitas militer sekutu hanya jika diundang.Denmark juga merupakan bagian dari kebijakan pertahanan Uni Eropa dan bekerja sama dengan Swedia, Norwegia, dan Finlandia untuk membangun pertahanan udara Nordik yang terpadu.
4. Prancis
Prancis adalah salah satu dari 12 anggota pendiri NATO. Pada pertengahan tahun 60-an hingga pertengahan tahun 90-an, Prancis menjalankan strategi militer independen yang dikenal sebagai "Gaullo-Mitterrandisme," yang menyebabkan Prancis meninggalkan struktur militer terpadu NATO pada tahun 1966. Namun, Prancis tetap menjadi anggota NATO.Pada tahun 2007, ketika Nicolas Sarkozy terpilih sebagai Presiden, reformasi signifikan dilaksanakan yang menghasilkan pengembalian penuh Prancis ke keanggotaan NATO pada bulan April 2009. Langkah ini termasuk bergabung kembali dengan Struktur Komando Militer NATO sambil mempertahankan pencegah nuklir independen. Prancis adalah satu-satunya anggota NATO di luar Kelompok Perencanaan Nuklir.
5. Islandia
Islandia telah menjadi anggota NATO sejak 1949, tetapi tidak memiliki pasukan militer. Sebaliknya, Islandia mengandalkan kerja sama pengawasan dan pengintaian untuk keamanannya. Negara ini memiliki sejarah yang damai bahkan sebelum menjadi Republik pada 1944.Islandia memiliki Penjaga Pantai dengan armada kapal dan pesawat kecil. Aset-aset ini dilengkapi dengan senjata seperti senjata ringan, artileri angkatan laut, dan stasiun radar pertahanan udara.
Penjaga Pantai juga mengoperasikan sistem pertahanan udara dan pengawasan sebagai bagian dari Sistem Pertahanan Udara terpadu NATO, yang membantu angkatan udara sekutu NATO memantau wilayah udara di Islandia dan mempertahankan kedaulatannya.
Islandia berpartisipasi dalam latihan NATO tahunan yang disebut Viking Utara. Negara ini juga melakukan "Tantangan Utara" yang difokuskan pada penjinakan persenjataan peledak.
6. Italia
Italia adalah bagian penting dari NATO dan membantunya berhasil dengan kekuatan militer dan keterlibatan politiknya. Negara ini telah menjadi anggota NATO sejak dimulai pada tahun 1949. Lokasinya di Mediterania memudahkan pengamanan sisi selatan perjanjian tersebut. Militer Italia telah mengambil bagian dalam berbagai misi NATO, seperti memimpin upaya pengawasan udara dalam Aliansi Atlantik.Lihat Juga :