Rusia Klaim Punya Vaksin Covid-19 Terbaik di Dunia
Sabtu, 05 September 2020 - 03:34 WIB
Studi ini dilakukan melalui dua studi fase 1/2 terbuka dan tidak diacak di dua rumah sakit di Rusia serta melibatkan 76 sukarelawan sehat berusia antara 18-60 tahun. Relawan diharuskan mengisolasi diri setelah mendaftar untuk uji coba dan tinggal di rumah sakit selama 28 hari setelah divaksinasi. Vaksin ini menggunakan dua adenovirus manusia berbeda yang diubah untuk membawa gen protein lonjakan dalam virus Corona guna menghasilkan respons imun.
Menurut hasil awal dalam uji coba fase 1 dan 2, vaksin juga memicu respons sel-T dalam 28 hari. Sel-T adalah sejenis sel darah putih yang membantu sistem kekebalan mengatasi infeksi.
Para peneliti membandingkan kekebalan pasca vaksinasi dengan respon kekebalan yang dimiliki orang setelah pulih secara alami dari Covid-19 . Penelitian menunjukkan mereka menemukan bahwa respon antibodi lebih tinggi pada individu yang divaksinasi.
The Lancet juga melaporkan bahwa tidak ada reaksi yang merugikan terhadap vaksin tersebut, dengan efek samping yang paling umum adalah nyeri di tempat suntikan, demam, sakit kepala dan nyeri otot atau sendi.
Rusia menimbulkan banyak keraguan ketika mengumumkan bahwa mereka mengembangkan vaksin Covid-19 pertama yang disetujui di dunia pada bulan Agustus, yang diberikan oleh Presiden Vladimir Putin sebelum vaksin menyelesaikan uji coba fase 3. Beberapa pejabat tinggi, seperti Walikota Moskow Sergei Sobyanin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, mengatakan bahwa mereka telah disuntik vaksin tersebut.(Baca juga: Tanpa Uji Coba Fase 3, Jerman Sebut Vaksin Corona Rusia Berbahaya )
Menurut hasil awal dalam uji coba fase 1 dan 2, vaksin juga memicu respons sel-T dalam 28 hari. Sel-T adalah sejenis sel darah putih yang membantu sistem kekebalan mengatasi infeksi.
Para peneliti membandingkan kekebalan pasca vaksinasi dengan respon kekebalan yang dimiliki orang setelah pulih secara alami dari Covid-19 . Penelitian menunjukkan mereka menemukan bahwa respon antibodi lebih tinggi pada individu yang divaksinasi.
The Lancet juga melaporkan bahwa tidak ada reaksi yang merugikan terhadap vaksin tersebut, dengan efek samping yang paling umum adalah nyeri di tempat suntikan, demam, sakit kepala dan nyeri otot atau sendi.
Rusia menimbulkan banyak keraguan ketika mengumumkan bahwa mereka mengembangkan vaksin Covid-19 pertama yang disetujui di dunia pada bulan Agustus, yang diberikan oleh Presiden Vladimir Putin sebelum vaksin menyelesaikan uji coba fase 3. Beberapa pejabat tinggi, seperti Walikota Moskow Sergei Sobyanin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, mengatakan bahwa mereka telah disuntik vaksin tersebut.(Baca juga: Tanpa Uji Coba Fase 3, Jerman Sebut Vaksin Corona Rusia Berbahaya )
Lihat Juga :