Putin Surati Pemimpin Baru Suriah, Apa Isinya?
Jum'at, 21 Maret 2025 - 17:01 WIB
Pantai Mediterania Suriah dilanda gelombang kekerasan terburuk pada awal Maret setelah bentrokan meletus antara pasukan keamanan yang baru dibentuk dan milisi lokal, yang oleh media Barat disebut sebagai loyalis mantan Presiden Suriah Bashar Assad.
Minoritas Muslim Alawi, tempat Assad berasal, diduga telah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintahan baru di provinsi Latakia dan Tartus.
Kekerasan tersebut terkonsentrasi di daerah yang dihuni Alawi. Meskipun umumnya digambarkan sebagai sekte Islam, kaum Alawi dipandang negatif oleh kaum Islam garis keras, yang percaya mereka adalah orang murtad yang harus dibasmi.
Ketika situasi memburuk, Rusia dan AS menyerukan pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB pada 10 Maret untuk menanggapi laporan pembunuhan massal warga sipil.
Menurut Syrian Observatory for Human Rights, sebanyak 1.500 warga sipil telah terbunuh, sebagian besar dari mereka adalah warga Alawi.
Banyak video yang sangat vulgar beredar di internet yang mengklaim menunjukkan pasukan keamanan menyiksa dan mengeksekusi warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, di siang bolong.
Minoritas Muslim Alawi, tempat Assad berasal, diduga telah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintahan baru di provinsi Latakia dan Tartus.
Kekerasan tersebut terkonsentrasi di daerah yang dihuni Alawi. Meskipun umumnya digambarkan sebagai sekte Islam, kaum Alawi dipandang negatif oleh kaum Islam garis keras, yang percaya mereka adalah orang murtad yang harus dibasmi.
Ketika situasi memburuk, Rusia dan AS menyerukan pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB pada 10 Maret untuk menanggapi laporan pembunuhan massal warga sipil.
Menurut Syrian Observatory for Human Rights, sebanyak 1.500 warga sipil telah terbunuh, sebagian besar dari mereka adalah warga Alawi.
Banyak video yang sangat vulgar beredar di internet yang mengklaim menunjukkan pasukan keamanan menyiksa dan mengeksekusi warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, di siang bolong.
Lihat Juga :