Siapa Ebrahim Rasool? Duta Besar Muslim Afrika Selatan yang Diusir AS karena Membenci Trump dan Anti-Israel
Minggu, 16 Maret 2025 - 01:10 WIB
2. Diplomat Berpengalaman yang Anti-Israel
Rasool adalah diplomat veteran yang sebelumnya menjabat sebagai duta besar negaranya untuk AS dari tahun 2010 hingga 2015 selama pemerintahan Obama.Kembalinya Rasool ke Washington pada bulan Januari sudah menjadi kontroversi karena advokasinya yang anti-Israel.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
3. Selalu Membela Rakyat Palestina
Seorang Muslim, Rasool telah menjadi kritikus vokal Israel, menyebut perlakuannya terhadap warga Palestina di Gaza sebagai "genosida" dan menuduhnya melakukan apartheid. Dia adalah pendukung terkemuka untuk kasus Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional.Sebelum unggahan Rubio di X, situs berita Semafor Africa telah melaporkan bahwa Rasool "berjuang untuk mengamankan pertemuan penting di Washington" dengan para pejabat di Departemen Luar Negeri dan tokoh-tokoh penting Partai Republik.
4. Pernah Jadi Korban Sistem Apartheid di Afrika Selatan
Sebagai korban sistem apartheid Afrika Selatan, Rasool menjadi juru kampanye anti-apartheid yang aktif, menjalani hukuman di penjara dan mengidentifikasi dirinya sebagai kawan presiden pertama pasca-apartheid negara itu, Nelson Mandela.Dia kemudian menjadi politisi di partai politik Kongres Nasional Afrika milik Mandela.
Lihat Juga :