8 Negara Pemilik Mineral Tanah Langka Terbesar di Dunia, Harta Karun yang Diincar AS
Selasa, 11 Maret 2025 - 12:14 WIB
Beijing telah menggunakan kekayaan mineral tanah langka sebagai "kartu" untuk mengalahkan Amerika dalam berbagai persaingan. Contoh sederhananya, jika China membatasi atau bahkan melarang ekspor mineral tanah langkanya, maka industri militer Amerika termasuk jet tempur siluman F-35 bisa terancam.
"Selama hampir 40 tahun, AS semakin bergantung pada China untuk [mineral] tanah langka mentah maupun olahan. Ketergantungan ini muncul karena AS memilih untuk tidak melakukan penambangan dan pemurnian dalam negeri, karena tidak mau menanggung biaya investasi dan lingkungan yang signifikan," kata Ryan Kiggins, seorang profesor ilmu politik di University of Central Oklahoma.
"Tingkat ketergantungan ini memberi China pengaruh yang sangat besar atas AS dalam konflik apa pun, baik perdagangan, militer, maupun politik."
Eldur Ólafsson, CEO perusahaan pertambangan Amaroq yang berfokus pada Greenland, mengatakan kepada Newsweek: "Potensi mineral Greenland yang besar merupakan peluang bagi Barat untuk mengamankan pasokan mineral penting yang penting—yang dibutuhkan untuk baterai, pengembangan industri, dan infrastruktur AI—dan mengurangi ketergantungan pada China."
Presiden AS Donald Trump telah mengincar mineral tanah langka Ukraina sebagai imbalan atas bantuan militer Amerika kepada Kyiv selama perangnya melawan Moskow.
Hanya saja, belum diketahui berapa banyak deposit mineral tanah langka yang dimiliki Ukraina. Masalah lainnya adalah "harta karun" itu kemungkinan justru berada di wilayah-wilayah yang telah dikuasai Rusia, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
"Selama hampir 40 tahun, AS semakin bergantung pada China untuk [mineral] tanah langka mentah maupun olahan. Ketergantungan ini muncul karena AS memilih untuk tidak melakukan penambangan dan pemurnian dalam negeri, karena tidak mau menanggung biaya investasi dan lingkungan yang signifikan," kata Ryan Kiggins, seorang profesor ilmu politik di University of Central Oklahoma.
"Tingkat ketergantungan ini memberi China pengaruh yang sangat besar atas AS dalam konflik apa pun, baik perdagangan, militer, maupun politik."
Eldur Ólafsson, CEO perusahaan pertambangan Amaroq yang berfokus pada Greenland, mengatakan kepada Newsweek: "Potensi mineral Greenland yang besar merupakan peluang bagi Barat untuk mengamankan pasokan mineral penting yang penting—yang dibutuhkan untuk baterai, pengembangan industri, dan infrastruktur AI—dan mengurangi ketergantungan pada China."
Presiden AS Donald Trump telah mengincar mineral tanah langka Ukraina sebagai imbalan atas bantuan militer Amerika kepada Kyiv selama perangnya melawan Moskow.
Hanya saja, belum diketahui berapa banyak deposit mineral tanah langka yang dimiliki Ukraina. Masalah lainnya adalah "harta karun" itu kemungkinan justru berada di wilayah-wilayah yang telah dikuasai Rusia, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
(mas)
Lihat Juga :