Marah, Donald Trump Pertimbangkan Tarik 35.000 Tentara AS dari Jerman
Minggu, 09 Maret 2025 - 07:06 WIB
Pemerintahan Trump telah berselisih dengan banyak sekutunya di Eropa tentang cara menangani Moskow dan menyelesaikan perang Rusia-Ukraina.
Sementara Trump menekankan perlunya mencapai gencatan senjata sesegera mungkin dan menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas permusuhan tersebut, Inggris dan banyak anggota Uni Eropa menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung Kyiv.
“Trump marah karena mereka [Eropa] tampaknya mendorong perang,” kata sumber tersebut kepada The Telegraph, yang dilansir Sabtu (8/3/2025).
Juru bicara keamanan nasional AS Brian Hughes telah merespons laporan tersebut.
“Meskipun tidak ada pengumuman khusus yang akan segera dilakukan, militer AS selalu mempertimbangkan penempatan kembali pasukan di seluruh dunia untuk mengatasi ancaman terkini terhadap kepentingan kami dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada The Telegraph.
Trump telah berulang kali menuduh Jerman tidak cukup membelanjakan uang untuk pertahanannya sendiri, sementara penasihatnya; miliarder teknologi Elon Musk, secara terbuka mendukung partai oposisi Alternatif untuk Jerman (AfD) dalam Pemilu Parlemen Jerman baru-baru ini.
Sementara Trump menekankan perlunya mencapai gencatan senjata sesegera mungkin dan menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas permusuhan tersebut, Inggris dan banyak anggota Uni Eropa menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung Kyiv.
“Trump marah karena mereka [Eropa] tampaknya mendorong perang,” kata sumber tersebut kepada The Telegraph, yang dilansir Sabtu (8/3/2025).
Juru bicara keamanan nasional AS Brian Hughes telah merespons laporan tersebut.
“Meskipun tidak ada pengumuman khusus yang akan segera dilakukan, militer AS selalu mempertimbangkan penempatan kembali pasukan di seluruh dunia untuk mengatasi ancaman terkini terhadap kepentingan kami dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada The Telegraph.
Trump telah berulang kali menuduh Jerman tidak cukup membelanjakan uang untuk pertahanannya sendiri, sementara penasihatnya; miliarder teknologi Elon Musk, secara terbuka mendukung partai oposisi Alternatif untuk Jerman (AfD) dalam Pemilu Parlemen Jerman baru-baru ini.
Lihat Juga :