Jenderal Ukraina Akui Banyak Tentaranya Tewas Dirudal Rusia
Selasa, 04 Maret 2025 - 09:37 WIB
Dalam sebuah unggahan di saluran Telegram miliknya, dia menyebut serangan itu sebagai konsekuensi mengerikan dari serangan musuh. "Kemarahan menggerogoti saya dari dalam," katanya.
"Perang membutuhkan keputusan cepat, tanggung jawab, dan standar keselamatan baru—jika tidak, kita akan kehilangan lebih banyak dari yang kita miliki," paparnya.
"Setiap orang yang membuat keputusan hari itu, dan setiap orang yang tidak membuatnya tepat waktu, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak seorang pun akan bersembunyi di balik penjelasan atau laporan resmi," imbuh dia, yang dilansir Newsweek, Selasa (4/3/2025).
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada 1 Maret bahwa pasukan Moskow melancarkan serangan rudal balistik Iskander-M di tempat latihan tentara Ukraina di desa Cherkaske dekat Dnipro.
Menurut kementerian tersebut, serangan itu menewaskan sekitar 150 tentara Ukraina dan 30 instruktur asing.
"Perang membutuhkan keputusan cepat, tanggung jawab, dan standar keselamatan baru—jika tidak, kita akan kehilangan lebih banyak dari yang kita miliki," paparnya.
"Setiap orang yang membuat keputusan hari itu, dan setiap orang yang tidak membuatnya tepat waktu, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak seorang pun akan bersembunyi di balik penjelasan atau laporan resmi," imbuh dia, yang dilansir Newsweek, Selasa (4/3/2025).
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada 1 Maret bahwa pasukan Moskow melancarkan serangan rudal balistik Iskander-M di tempat latihan tentara Ukraina di desa Cherkaske dekat Dnipro.
Menurut kementerian tersebut, serangan itu menewaskan sekitar 150 tentara Ukraina dan 30 instruktur asing.
Lihat Juga :