Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania

Kamis, 03 September 2020 - 23:03 WIB
"Kami memang memiliki hubungan ekonomi dan pertahanan yang kuat dengan Turki, tetapi kebijakan kami adalah menghindari dukungan dari kedua belah pihak dalam perselisihan ini," katanya melalui telepon.

"Turki cukup mampu menjaga kepentingannya sendiri," cetusnya.

Turki dan NATO tengah berselisih atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Ankara. Turki juga bertentangan dengan Uni Eropa atas sengketa teritorialnya dengan anggota blok itu Yunani dan Siprus. Kekuatan Uni Eropa, Prancis, baru-baru ini telah meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut untuk menopang negara-negara tersebut.(Baca juga: Prancis Bakal Pasok 18 Jet Tempur Rafale ke Yunani untuk Lawan Turki )

“Ada orang-orang yang datang dari ribuan kilometer dan mencoba untuk menggertak, mengklaim hak dan memainkan peran malaikat pelindung,” kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dalam sebuah postingan di Twitter, dengan referensi yang jelas ke Prancis.

“(Turki) tidak mungkin menerima ini, mereka akan kembali secepat mereka datang,” imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!