Ekspansi DeepSeek Picu Kekhawatiran tentang Pengumpulan Data Intelijen

Senin, 24 Februari 2025 - 09:06 WIB
Ekspansi DeekSeek telah memicu kekhawatiran tentang pengumpulan data intelijen. Foto/CEPA
JAKARTA - Pendekatan China terhadap pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mengikuti pola pencurian kekayaan intelektual dan spionase teknologi, sebagaimana dibuktikan oleh beragam kasus yang telah terdokumentasi di berbagai industri sejak puluhan tahun terakhir.

Dalam editorial Etruth.MV edisi Senin (24/2/2025), disebutkan bahwa penyensoran selektif terhadap berbagai topik terkait China oleh perusahaan AI DeepSeek mengungkap manipulasi teknologi yang terus dilakukan Beijing untuk tujuan propaganda, yang menunjukkan prioritas rezim tersebut atas kendali inovasi.



Seperti Huawei dan TikTok sebelumnya, DeepSeek menunjukkan tanda-tanda khas pengaruh China–menolak menjawab pertanyaan tentang Presiden China Xi Jinping, Partai Komunis China (CCP), atau pun Taiwan, yang menunjukkan penggunaan teknologi yang terus-menerus oleh Beijing untuk mengendalikan informasi.

Baca Juga: DeepSeek China Hadapi Reaksi Keras, Banyak Negara Terapkan Larangan

Sejarah China dalam menanamkan kemampuan pengawasan dalam teknologi yang diekspor menimbulkan kekhawatiran sah tentang tujuan sebenarnya DeepSeek sebagai alat pengumpulan data potensial untuk layanan intelijen China.

Sejumlah perusahaan AI China, yang beroperasi berdasarkan Undang-Undang Intelijen Nasional tahun 2017, secara hukum diharuskan berbagi data dengan badan intelijen China, yang menjadikan ekspansi global mereka sebagai ancaman keamanan potensial terhadap privasi pengguna di seluruh dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!