Hari Ini Tepat 3 Tahun Perang Rusia-Ukraina, Begini Kondisinya

Senin, 24 Februari 2025 - 08:40 WIB
Pada awal perang, yang dimulai 24 Februari 2022, Ukraina menahan pasukan Rusia dari ibu kotanya, Kyiv, dan kemudian mengamankan kemenangan di beberapa bagian wilayah Kharkiv timur laut dan Kherson selatan.

Namun, Ukraina juga mengalami kerugian besar di wilayah timur sekitar Donetsk dan Bakhmut.

Sejak invasi 2022, Ukraina telah kehilangan kendali atas sekitar 11% wilayahnya, menurut analisis CNN terhadap data dari Institute for the Study of War, pemantau konflik yang berbasis di AS.

Jika memperhitungkan wilayah yang telah hilang akibat direbut Rusia dan separatis yang didukung Rusia sejak konflik dimulai pada 2014, total wilayah Ukraina yang hilang sejak 2014 adalah sekitar 18%, menurut perhitungan CNN.

Pada 2014, pasukan Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina, tak lama setelah peristiwa Revolusi Maidan memicu kekacauan politik di Kyiv. Belakangan tahun itu, separatis yang disponsori Rusia menguasai sebagian wilayah Donbas, yang masih berada di tangan Rusia hingga saat ini.

Moskow membantah mencapolok Crimea, dan menegaskan wilayah itu memilih bergabung dengan Rusia melalui referendum.

Ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh pada 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin berharap dapat merebut seluruh Ukraina dalam hitungan hari, menurut Institute for the Study of War. Yang terjadi justru pertempuran sengit selama tiga tahun, berkat serangan balik Ukraina yang dipersenjatai dengan bantuan dari sekutu Baratnya.

2. Sumber Bantuan Terbesar Ukraina Terancam Macet



Amerika Serikat telah menjadi penyumbang dana tunggal terbesar bagi Ukraina sejak perang dimulai pada 2022, dengan memberikan sekitar USD95 miliar dalam bentuk bantuan militer, kemanusiaan, dan keuangan. Namun bantuan tersebut terancam macet di bawah pemerintahan Trump.

Trump, Baru-baru ini mengusulkan untuk mengambil pendekatan transaksional untuk bantuan, dengan mengatakan AS harus menerima akses ke mineral tanah langka Ukraina sebagai imbalannya, yang ditolak oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!