Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Rabu, 12 Februari 2025 - 08:18 WIB
Namun, kesepakatan yang rapuh itu, yang masih dalam tahap pertama dari tiga tahap, tampak semakin goyah di tengah pelanggaran berulang Israel terhadap ketentuan-ketentuannya.
Tahap pertama kesepakatan itu melibatkan pertukaran tawanan, penarikan sebagian pasukan Israel, dan lonjakan bantuan ke daerah kantong itu.
Tahap kedua, yang rinciannya belum disetujui, akan mengakhiri perang sepenuhnya. Tahap ketiga pada akhirnya dimaksudkan untuk menangani rekonstruksi di daerah kantong Palestina yang hancur itu.
Pada hari Senin, Hamas mengatakan mereka akan berhenti membebaskan tawanan Israel atas pelanggaran-pelanggaran, yang meliputi pembunuhan, pembatasan untuk mengizinkan orang-orang yang terluka meninggalkan Gaza untuk berobat, dan kegagalan mengizinkan masuknya bantuan yang cukup.
Hamas mengatakan akan terus menghormati ketentuan-ketentuan perjanjian itu jika Israel mematuhinya.
Situasi semakin memburuk, dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan jika Hamas tidak membebaskan semua tawanan Israel pada siang hari Sabtu, dia akan mengusulkan pembatalan gencatan senjata dan "membiarkan kekacauan terjadi".
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menanggapi komentar Trump, menggarisbawahi gencatan senjata harus dihormati oleh kedua belah pihak. "Bahasa ancaman tidak memiliki nilai dan hanya memperumit masalah," ujar dia.
Tahap pertama kesepakatan itu melibatkan pertukaran tawanan, penarikan sebagian pasukan Israel, dan lonjakan bantuan ke daerah kantong itu.
Tahap kedua, yang rinciannya belum disetujui, akan mengakhiri perang sepenuhnya. Tahap ketiga pada akhirnya dimaksudkan untuk menangani rekonstruksi di daerah kantong Palestina yang hancur itu.
Pada hari Senin, Hamas mengatakan mereka akan berhenti membebaskan tawanan Israel atas pelanggaran-pelanggaran, yang meliputi pembunuhan, pembatasan untuk mengizinkan orang-orang yang terluka meninggalkan Gaza untuk berobat, dan kegagalan mengizinkan masuknya bantuan yang cukup.
Hamas mengatakan akan terus menghormati ketentuan-ketentuan perjanjian itu jika Israel mematuhinya.
Situasi semakin memburuk, dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan jika Hamas tidak membebaskan semua tawanan Israel pada siang hari Sabtu, dia akan mengusulkan pembatalan gencatan senjata dan "membiarkan kekacauan terjadi".
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menanggapi komentar Trump, menggarisbawahi gencatan senjata harus dihormati oleh kedua belah pihak. "Bahasa ancaman tidak memiliki nilai dan hanya memperumit masalah," ujar dia.
Lihat Juga :