Donald Trump Tuntut Ukraina Membayar Kembali Rp8.184 Triliun kepada AS

Selasa, 11 Februari 2025 - 11:45 WIB
“Mereka memiliki lahan yang sangat berharga dalam hal tanah jarang, dalam hal minyak dan gas, dalam hal hal lainnya," paparnya.

“Saya memberi tahu mereka bahwa saya menginginkan tanah jarang yang setara, seperti senilai USD500 miliar, dan pada dasarnya mereka telah setuju untuk melakukannya,” kata Trump.

“Jadi setidaknya kita tidak merasa bodoh. Kalau tidak, kita bodoh. Saya berkata kepada mereka, kita harus mendapatkan sesuatu," imbuh dia.

“Anda tahu, mereka mungkin membuat kesepakatan, mereka mungkin tidak membuat kesepakatan, mereka mungkin menjadi Rusia suatu hari nanti, atau mereka mungkin bukan Rusia suatu hari nanti, tetapi kita akan memiliki semua uang ini di sana, dan saya katakan, saya menginginkannya kembali,” papar Trump.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi pekan lalu bahwa dia akan terbuka untuk mencapai kesepakatan atas deposit litium, titanium, dan logam berat lainnya di Kyiv.

Namun, dia bersikeras bahwa sekutu Bara pendukung Ukraina harus terlebih dahulu membantu mengusir pasukan Rusia keluar dari wilayah yang kaya mineral sebelum mereka dapat berinvestasi dalam sumber daya tanah jarang.

Sebelum eskalasi konflik Ukraina pecah tahun 2022, negara tersebut memiliki cadangan titanium dan litium terbesar di Eropa.

Meskipun tidak diklasifikasikan sebagai unsur tanah jarang, bahan-bahan ini sangat penting untuk industri militer, baterai, dan kapasitor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!