6 Negara Timur Tengah Sepakat Tolak Pembentukan Negara Palestina di Arab Saudi
Minggu, 09 Februari 2025 - 14:52 WIB
Enam negara Timur Tengah sepakat tolak pembentukan negara Palestina di Arab Saudi. Foto/X/@REVMAXXING
GAZA - Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang beranggotakan enam negara Timur Tengah telah "mengecam dengan keras" komentar perdana menteri Israel tentang pembentukan negara Palestina di Arab Saudi .
Sekretaris Jenderal Jasem Mohamed Albudaiwi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "pernyataan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab ini menegaskan pendekatan pasukan pendudukan Israel dalam ketidakhormatan mereka terhadap hukum dan perjanjian internasional dan PBB serta kedaulatan negara".
"Posisi Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara GCC yang tegas dan kuat untuk mendukung rakyat Palestina dalam memperoleh hak-hak mereka yang sah," kata Albudaiwi, dilansir Al Jazeera. Dia mengungkapkan, perlunya mencapai solusi dua negara dan mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kotanya.
Pejabat itu juga memperbarui seruannya kepada masyarakat internasional untuk "bersikap serius dan tegas terhadap pernyataan agresif Israel ini, yang menimbulkan ancaman dan bahaya bagi keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia secara keseluruhan".
Baca Juga: Zionis Kobarkan Perang Saudara di Palestina
Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Sufian Qudah menyebut komentar pemimpin Israel itu sebagai "pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional" dan menegaskan "dukungan penuh dan solidaritas Yordania dengan" Arab Saudi. Ia menyebut pernyataan Netanyahu "agresif" dan "provokatif".
Sekretaris Jenderal Jasem Mohamed Albudaiwi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "pernyataan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab ini menegaskan pendekatan pasukan pendudukan Israel dalam ketidakhormatan mereka terhadap hukum dan perjanjian internasional dan PBB serta kedaulatan negara".
"Posisi Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara GCC yang tegas dan kuat untuk mendukung rakyat Palestina dalam memperoleh hak-hak mereka yang sah," kata Albudaiwi, dilansir Al Jazeera. Dia mengungkapkan, perlunya mencapai solusi dua negara dan mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kotanya.
Pejabat itu juga memperbarui seruannya kepada masyarakat internasional untuk "bersikap serius dan tegas terhadap pernyataan agresif Israel ini, yang menimbulkan ancaman dan bahaya bagi keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia secara keseluruhan".
Baca Juga: Zionis Kobarkan Perang Saudara di Palestina
Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Sufian Qudah menyebut komentar pemimpin Israel itu sebagai "pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional" dan menegaskan "dukungan penuh dan solidaritas Yordania dengan" Arab Saudi. Ia menyebut pernyataan Netanyahu "agresif" dan "provokatif".
Lihat Juga :