Trump ingin Berhubungan Kembali dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un

Sabtu, 08 Februari 2025 - 10:15 WIB
"Saya pikir itu merupakan aset yang sangat besar bagi semua orang bahwa saya bisa bergaul dengannya. Maksud saya, saya bisa bergaul dengannya, dia bisa bergaul dengan saya, dan itu hal yang baik, bukan hal yang buruk," ujar dia.

Dia juga mencatat negara-negara lain, khususnya Jepang, melihat nilai dalam pendekatan diplomatiknya.

“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Jepang menyukai gagasan itu karena hubungan mereka tidak terlalu baik dengannya (Kim Jong-un), dan jika saya dapat menjalin hubungan tidak hanya dengannya tetapi juga orang lain di seluruh dunia yang tampaknya mengalami kesulitan, saya pikir itu merupakan aset yang luar biasa bagi dunia, bukan hanya Amerika Serikat,” ungkap Trump.

Jangkauan diplomatik Trump ke Korea Utara menandai perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri AS selama masa jabatan pertamanya.

Setelah periode awal ketegangan yang meningkat pada tahun 2017, di mana Trump menyebut Kim sebagai “Manusia Roket” dan mengancam “api dan amarah” jika Korea Utara melanjutkan ambisi nuklirnya, kedua pemimpin tersebut kemudian menjalin dialog yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada tahun 2018, Trump dan Kim bertemu di Singapura untuk pertemuan puncak pertama antara presiden AS yang sedang menjabat dan pemimpin Korea Utara.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan luas tentang denuklirisasi, meskipun hal-hal spesifiknya masih samar-samar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!