Pencipta Racun Bantah Jerman: Jika Diracuni Novichok, Navalny Sudah Mati

Kamis, 03 September 2020 - 07:10 WIB
"Saya percaya bahwa penggunaan bahan kimia perang: sarin, soman dan Novichok (A-234) dapat dikeluarkan dari daftar kemungkinan," kata Uglev kepada kantor berita Interfax. “Selain Navalny sendiri, orang-orang di sekitarnya juga akan diserang dalam satu atau lain bentuk.”

Uglev dan Rink adalah salah satu pendiri program senjata kimia Novichok Soviet. Hingga tahun 1991, keduanya bekerja di cabang Volsk dari Institut Riset Kimia Organik dan Teknologi Negara di Shikhany, bagian dari Wilayah Saratov. (Baca: Inggris Tuntut Rusia Jelaskan Kasus Pengkritik Putin yang Diracun )

Kremlin mengatakan Jerman tidak memberi tahu Moskow tentang data yang menunjukkan tokoh oposisi itu diracuni dengan agen saraf mirip Novichok.

Pada 20 Agustus, sebuah pesawat yang membawa Navalny melakukan pendaratan darurat di Omsk setelah pengkritik Putin itu tiba-tiba merasa tidak enak badan dalam penerbangan dari Siberia ke Moskow. Navalny dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma dan dipasang ventilator.

Pada 22 Agustus, dia diterbangkan ke Jerman untuk perawatan. Dokter Jerman mengatakan pada 24 Agustus bahwa mereka telah menemukan tanda-tanda Navalny keracunan zat dari kelompok penghambat kolinesterase. Para dokter menambahkan bahwa tidak ada ancaman bagi nyawanya, tetapi ada kemungkinan efek jangka panjang pada sistem sarafnya. (Baca juga: Megawati Klaim Masih Ada yang Memanas-manasi untuk Maju Pilpres )
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!