Panglima Militer Israel Ungkap Tentaranya yang Tewas dalam Perang Gaza Jauh Lebih Banyak
Kamis, 06 Februari 2025 - 09:09 WIB
Pakar Israel dari Al Jazeera, Azzam Abu Al-Adas, mengonfirmasi bahwa militer Zionis menggunakan frasa "keluarga yang berduka" untuk merujuk pada keluarga personel militer yang telah dipastikan tewas dalam perang dan tidak termasuk warga sipil.
Channel 12 Israel mengatakan Zamir menyerukan lebih banyak perawatan bagi keluarga dari mereka yang tewas dan terluka, dengan mengatakan: "Kita harus memastikan mereka menerima dukungan dan bantuan yang tepat."
Zamir ditunjuk sebagai Kepala Staf Pasukan Pertahan Israel (IDF) oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza. Zamir akan mulai aktif sebagai Panglima Militer Israel pada Maret nanti.
Beberapa laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa Israel tidak melaporkan jumlah korban dalam perang di Gaza.
Pada bulan Desember 2023, Haartez melaporkan ada perbedaan besar antara jumlah tentara terluka yang dilaporkan oleh militer Israel dibandingkan dengan catatan rumah sakit.
Ditambahkannya, tentara Israel telah mengumumkan dari Oktober hingga Desember 2024 bahwa 1.593 tentara terluka, tetapi data Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan jumlah sebenarnya sangat mengejutkan, yakni 10.548 personel.
"Bahkan dengan memperhitungkan berbagai kesenjangan pencatatan dan pelaporan, yang mungkin terjadi di bidang rumah sakit, perbedaannya cukup besar antara angka tentara dan angka rumah sakit," tulis Haaretz.
Channel 12 Israel mengatakan Zamir menyerukan lebih banyak perawatan bagi keluarga dari mereka yang tewas dan terluka, dengan mengatakan: "Kita harus memastikan mereka menerima dukungan dan bantuan yang tepat."
Zamir ditunjuk sebagai Kepala Staf Pasukan Pertahan Israel (IDF) oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza. Zamir akan mulai aktif sebagai Panglima Militer Israel pada Maret nanti.
Beberapa laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa Israel tidak melaporkan jumlah korban dalam perang di Gaza.
Pada bulan Desember 2023, Haartez melaporkan ada perbedaan besar antara jumlah tentara terluka yang dilaporkan oleh militer Israel dibandingkan dengan catatan rumah sakit.
Ditambahkannya, tentara Israel telah mengumumkan dari Oktober hingga Desember 2024 bahwa 1.593 tentara terluka, tetapi data Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan jumlah sebenarnya sangat mengejutkan, yakni 10.548 personel.
"Bahkan dengan memperhitungkan berbagai kesenjangan pencatatan dan pelaporan, yang mungkin terjadi di bidang rumah sakit, perbedaannya cukup besar antara angka tentara dan angka rumah sakit," tulis Haaretz.
Lihat Juga :