Siapa Latifa al-Daroubi? Istri Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa yang Ikut Masuk ke Ka'bah
Kamis, 06 Februari 2025 - 03:30 WIB
Abdul Hafiz Sharaf, anggota Koalisi Suriah-Amerika untuk Perdamaian dan Kemakmuran, mengatakan dalam sebuah wawancara media bahwa Latifa adalah "wanita muda Suriah yang mengenakan jilbab tetapi [tidak menutupi wajahnya]. Ia mengenakan pakaian khas wanita berhijab di Suriah, dan kehadirannya membuat banyak orang tertarik, terutama dengan senyum lembutnya yang menyambut hangat para peserta".
Ia menambahkan bahwa Presiden al-Sharaa memperkenalkannya dengan kata-kata: "Istri saya satu-satunya, dan saya sangat mencintainya."
Keluarga al-Daroubi sangat terkenal di Suriah, telah melahirkan banyak ulama dan tokoh terkemuka, termasuk Sheikh Abdul Ghafar al-Daroubi, seorang qari Al-Qur'an ternama dari Homs yang meninggal dunia di Jeddah pada tahun 2009.
Al-Bazm juga menyoroti bahwa pengenalan istrinya oleh al-Sharaa kepada delegasi perempuan Suriah mencerminkan tradisi Suriah yang sudah mengakar kuat, berbeda dari penggambaran media tentang "istri yang patuh".
"Siapa pun yang pernah tinggal di Suriah tahu bahwa seorang perempuan adalah pilar keluarganya - ia merencanakan, membesarkan anak-anak, mengelola keuangan, dan bertekun untuk meraih gelar akademis yang tinggi," katanya, seraya menambahkan: "Di Suriah, laki-laki mendengarkan istri mereka."
4. Istri Satu-satunya Presiden Suriah
Reem al-Bazm, seorang aktivis Suriah yang menghadiri pertemuan delegasi, menggambarkannya sebagai "baik hati, tenang, cantik, percaya diri, dan terpelajar".Ia menambahkan bahwa Presiden al-Sharaa memperkenalkannya dengan kata-kata: "Istri saya satu-satunya, dan saya sangat mencintainya."
Keluarga al-Daroubi sangat terkenal di Suriah, telah melahirkan banyak ulama dan tokoh terkemuka, termasuk Sheikh Abdul Ghafar al-Daroubi, seorang qari Al-Qur'an ternama dari Homs yang meninggal dunia di Jeddah pada tahun 2009.
Al-Bazm juga menyoroti bahwa pengenalan istrinya oleh al-Sharaa kepada delegasi perempuan Suriah mencerminkan tradisi Suriah yang sudah mengakar kuat, berbeda dari penggambaran media tentang "istri yang patuh".
"Siapa pun yang pernah tinggal di Suriah tahu bahwa seorang perempuan adalah pilar keluarganya - ia merencanakan, membesarkan anak-anak, mengelola keuangan, dan bertekun untuk meraih gelar akademis yang tinggi," katanya, seraya menambahkan: "Di Suriah, laki-laki mendengarkan istri mereka."
(ahm)
Lihat Juga :