Warga Amerika Palestina Kecam Trump Terima Kunjungan Netanyahu

Selasa, 04 Februari 2025 - 20:45 WIB
"Pandangannya terhadap dunia adalah kekuasaan, bukan hukum; penindasan oleh negara adikuasa, bukan kerja sama untuk memecahkan masalah,” papar dia.

"Trump sama sekali mengabaikan hukum internasional, tidak menghormati nilai-nilai kesopanan, demokrasi, dan peradaban. Dia hanya seorang pengganggu kuat yang ingin menunjukkan kekuatannya, dan dia tidak punya masalah dengan penjahat untuk menjalankan kepentingannya sendiri," tegas Kuttab.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 47.000 orang telah tewas dalam operasi Israel di Gaza sejak Oktober 2023 dalam apa yang oleh beberapa pakar hak asasi manusia digambarkan sebagai genosida dan menyerukan embargo senjata terhadap Israel.

Kantor media pemerintah Gaza pekan ini menambahkan 14.000 orang hilang ke dalam jumlah korban tewas, sehingga jumlahnya menjadi 61.700.

Menjelang perjalanannya ke Washington, Netanyahu mengatakan dia akan berbicara dengan Trump tentang "kemenangan atas Hamas, mencapai pembebasan semua sandera kita, dan menangani poros teror Iran dalam semua komponennya."

Warga Amerika Palestina mengatakan Trump, yang menjadi perantara serangkaian perjanjian normalisasi dengan beberapa negara Arab selama masa jabatan pertamanya, mungkin ingin memperluas Perjanjian Abraham dengan menarik Netanyahu ke dalam "kesepakatan bisnis" menuju tujuan akhir memformalkan hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Pekan lalu, Trump menggambarkan Gaza sebagai "lokasi pembongkaran" dan meminta Mesir dan Yordania menerima warga Palestina, menggemakan seruan anggota pemerintahan Netanyahu untuk "pembersihan etnis" di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!