Selalu Dibujuk untuk Normalisasi Diplomasi dengan Israel, Presiden Aljazair Ungkap Syaratnya

Senin, 03 Februari 2025 - 17:14 WIB
Maroko mengusulkan otonomi yang luas untuk wilayah Sahara Barat di bawah kedaulatannya, sementara Front Polisario menyerukan referendum tentang penentuan nasib sendiri, sebuah sikap yang didukung oleh Aljazair, yang menampung para pengungsi dari wilayah tersebut.

Tebboune menggambarkan iklim hubungan saat ini antara Aljazair dan Prancis sebagai "beracun, dan waktu terbuang sia-sia dengan Presiden Macron," setelah ada harapan besar untuk mengatasi perselisihan terkait memori.

Menanggapi pertanyaan tentang kesediaannya untuk melanjutkan dialog, asalkan ada pernyataan politik yang kuat dari pihak Prancis, Tebboune menjawab: "Tentu saja, tetapi saya tidak akan menjadi orang yang membuatnya."

Ia menambahkan: "Bagi saya, Republik Prancis, pertama dan terutama, adalah presidennya, dan ada kaum intelektual dan politisi di Prancis yang kami hormati."

Hubungan antara kedua negara telah tegang beberapa kali sejak Tebboune menjabat pada akhir tahun 2019, karena masalah yang terkait dengan memori kolonial, migrasi, dan baru-baru ini wilayah Sahara Barat yang disengketakan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!