Ini Video Langka Yahya Sinwar Pimpin Serangan Hamas 7 Oktober yang Permalukan Israel
Minggu, 26 Januari 2025 - 09:53 WIB
Deif, yang wajahnya diburamkan dalam video tersebut, terlihat menguraikan rencana Hamas untuk menyerbu Israel selatan, dengan mengatakan bahwa itu akan menjadi peristiwa bersejarah. Deif disebut sebagai arsitek serangan tersebut.
Israel mengeklaim telah membunuh Deif di kota Khan Younis di Jalur Gaza pada Juli tahun lalu, meskipun Hamas membantah bahwa dia tewas.
Rekaman pemimpin Hamas yang terbunuh, Yahya Sinwar juga ditampilkan. Dia terlihat berjalan melalui bangunan yang rusak parah, menutupi dirinya dengan selimut.
Dalam klip lain, Sinwar terlihat mengenakan rompi militer, yang juga ditutupi selimut, dan berbicara kepada para milisi Hamas untuk "meningkatkan moral mereka".
Sinwar, yang dituduh Israel sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober, dibunuh oleh pasukan Israel di Rafah pada 16 Oktober tahun lalu. Israel merilis rekaman saat-saat terakhir Sinwar di medan perang, yang menurut banyak pengamat menjadi bumerang dan malah menggambarkannya sebagai pahlawan bagi para pendukungnya.
Laporan Al Jazeera juga memuat wawancara yang sebelumnya tidak pernah ditayangkan dengan komandan Brigade al-Qassam Kota Gaza, Ezzedine al-Haddad.
Dalam wawancara tersebut, Haddad, dengan wajah yang juga disamarkan, mengatakan: “Israel tidak punya pilihan selain menuruti tuntutan kami" selama negosiasi gencatan senjata, seraya menambahkan bahwa waktu serangan Hamas dibatasi hanya untuk beberapa orang.
Dia mengeklaim bahwa Israel telah merencanakan perang di Jalur Gaza bahkan sebelum serangan 7 Oktober, dan bahwa serangan Hamas di Israel selatan merupakan serangan pendahuluan.
Israel mengeklaim telah membunuh Deif di kota Khan Younis di Jalur Gaza pada Juli tahun lalu, meskipun Hamas membantah bahwa dia tewas.
Rekaman pemimpin Hamas yang terbunuh, Yahya Sinwar juga ditampilkan. Dia terlihat berjalan melalui bangunan yang rusak parah, menutupi dirinya dengan selimut.
Dalam klip lain, Sinwar terlihat mengenakan rompi militer, yang juga ditutupi selimut, dan berbicara kepada para milisi Hamas untuk "meningkatkan moral mereka".
Sinwar, yang dituduh Israel sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober, dibunuh oleh pasukan Israel di Rafah pada 16 Oktober tahun lalu. Israel merilis rekaman saat-saat terakhir Sinwar di medan perang, yang menurut banyak pengamat menjadi bumerang dan malah menggambarkannya sebagai pahlawan bagi para pendukungnya.
Laporan Al Jazeera juga memuat wawancara yang sebelumnya tidak pernah ditayangkan dengan komandan Brigade al-Qassam Kota Gaza, Ezzedine al-Haddad.
Dalam wawancara tersebut, Haddad, dengan wajah yang juga disamarkan, mengatakan: “Israel tidak punya pilihan selain menuruti tuntutan kami" selama negosiasi gencatan senjata, seraya menambahkan bahwa waktu serangan Hamas dibatasi hanya untuk beberapa orang.
Dia mengeklaim bahwa Israel telah merencanakan perang di Jalur Gaza bahkan sebelum serangan 7 Oktober, dan bahwa serangan Hamas di Israel selatan merupakan serangan pendahuluan.
Lihat Juga :