Tentara Hamas Muncul di Jalan-jalan Gaza setelah 15 Bulan Perang Melawan Israel

Kamis, 23 Januari 2025 - 14:00 WIB
Eva Koulouriotis, analis Timur Tengah yang independen, mengatakan Hamas mempertahankan popularitas yang luar biasa di Gaza. "Sementara upaya untuk menyediakan basis populer bagi Otoritas Palestina dan menolak kekuasaan Hamas telah gagal," ujarnya.

Kehancuran yang ditimbulkan oleh perang memang menimbulkan kebencian terhadap Hamas di antara warga Gaza, kata Shehada, tetapi banyak yang berkonflik.

"Orang-orang juga merasa bangga bahwa sayap bersenjata Hamas, Brigade Izzudin al-Qassam, menentang kekuatan Israel," katanya.

“Hal itu berkisar pada fakta bahwa orang-orang telah dipermalukan... Dan kemudian hal itu mendatangkan sumber kebanggaan," paparnya.

Biaya kemanusiaan perang bagi rakyat Gaza sangat besar.

Kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas telah menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 47.100, mayoritas warga sipil, angka yang dianggap kredibel oleh PBB.

Kehancuran itu merupakan balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel, yang mengakibatkan kematian 1.210 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP dari angka resmi Israel.

Horowitz mengatakan skala kerusakan itu termasuk yang terburuk dari semua pertempuran perkotaan dalam ingatan baru-baru ini, menambahkan bahwa kerusakan itu melampaui kerusakan yang terjadi di Mosul di Irak selama kampanye untuk mengusir kelompok ISIS.

Namun pada akhirnya, kata Mekelberg, kampanye militer Israel tidak menangani akar penyebab konflik. Komentarnya itu menggemakan seruan oleh kepala PBB Antonio Guterres agar gencatan senjata menjadi "langkah pertama" menuju penyelesaian politik jangka panjang antara Israel dan Palestina.

"Hanya dengan cara itu, Israel dapat menciptakan ruang antara (Hamas) dan seluruh rakyat (Palestina)," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!