Houthi Yaman akan Terus Menyerang jika Gencatan Senjata Gaza Dilanggar Israel

Jum'at, 17 Januari 2025 - 19:23 WIB
Kelompok Houthi telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal-kapal sejak November 2023 dan telah menenggelamkan dua kapal, menyita satu kapal lagi, dan menewaskan empat pelaut.

Intensitas serangan tersebut telah mengganggu pengiriman global dan mendorong perubahan rute.

Pengumuman hari Kamis merupakan kemunduran setelah ekspektasi sebelumnya di antara beberapa sumber keamanan maritim bahwa kelompok tersebut akan menghentikan serangan terhadap kapal.

Sumber industri pelayaran lainnya mengatakan mereka akan menunggu untuk melihat apakah gencatan senjata oleh kelompok Houthi akan dihormati dan belum bersiap melanjutkan pelayaran melalui Laut Merah.

"Mengingat ketidakpastian dan kerapuhan situasi yang sedang berlangsung, pengirim barang harus terus berhati-hati dan memantau dengan cermat perkembangan di kawasan tersebut," ungkap Laura-May Scott, mitra di firma hukum, Reed Smith.

Serangan Houthi tersebut telah mengganggu perdagangan internasional, memaksa beberapa kapal untuk mengambil rute panjang di sekitar Afrika selatan daripada Terusan Suez, yang menyebabkan kenaikan tarif asuransi, biaya pengiriman, dan waktu yang memicu ketakutan inflasi global.

Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota, Sana'a, sejak merebut kekuasaan pada akhir tahun 2014, juga telah meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke Israel, ratusan kilometer ke utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!