PM Norwegia Bela Penistaan Alquran sebagai Kebebasan Berbicara
Rabu, 02 September 2020 - 08:36 WIB
"Saya sangat memisahkan diri saya dari semua yang mereka (SIAN) perjuangkan," katanya. "Saya pikir menyakitkan mendengar bagaimana mereka berbicara tentang orang-orang yang tinggal di negara ini, berbicara tentang iman orang-orang yang tinggal di negara ini." (Baca juga: Jawab Kecaman Turki, Partai Kemajuan: Membakar Alquran Legal di Norwegia )
Pernyataan Solberg muncul sehari setelah Turki mengecam protes SIAN. Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dikutip Daily Sabah, Rabu (2/9/2020), mengatakan sangat salah melihat rasisme dan permusuhan terhadap Islam sebagai bagian dari kebebasan berbicara.
Faktanya, kata kementerian itu, bahwa partai politik arus utama tidak mencegah, atau sebagian mengizinkan pidato rasis ini hanya untuk mendapatkan suara adalah ancaman serius.
Pernyataan Solberg muncul sehari setelah Turki mengecam protes SIAN. Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dikutip Daily Sabah, Rabu (2/9/2020), mengatakan sangat salah melihat rasisme dan permusuhan terhadap Islam sebagai bagian dari kebebasan berbicara.
Faktanya, kata kementerian itu, bahwa partai politik arus utama tidak mencegah, atau sebagian mengizinkan pidato rasis ini hanya untuk mendapatkan suara adalah ancaman serius.
(min)
Lihat Juga :