Ini 7 Suku Terbesar di Asia, Nomor 5 Jawa

Sabtu, 04 Januari 2025 - 19:11 WIB
Istilah ini kemudian berlaku untuk masyarakat berbahasa Arab dari pesisir Mauritania dan Maroko di Afrika hingga ke timur Irak dan Jazirah Arab dan selatan Sudan setelah mereka menerima Islam. Secara tradisional, sebagian orang Arab adalah pengembara penggembala yang tinggal di padang pasir, sedangkan yang lain tinggal di oasis dan di desa-desa pertanian kecil yang terisolasi. Meskipun sebagian besar orang Arab beragama Islam, beberapa di antaranya beragama Kristen.

5. Jawa (154 Juta)

Melansir Britannica, suku Jawa, kelompok etnis terbesar di Indonesia, terkonsentrasi di Pulau Jawa dan berjumlah sekitar 85 juta jiwa pada awal abad ke-21. Bahasa Jawa termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia (Melayu-Polinesia).

Islam adalah agama yang dominan, meskipun tradisi Hindu dari era sebelumnya masih terlihat di banyak daerah, dan relatif sedikit orang Jawa yang secara ketat menjalankan ajaran Islam. Kepercayaan terhadap berbagai roh lokal tersebar luas.

Secara historis, organisasi sosial Jawa bervariasi dalam strukturnya dari masyarakat pedesaan yang relatif egaliter hingga masyarakat kota yang sangat terstratifikasi, dengan kehidupan istana yang kompleks. Perbedaan-perbedaan ini menemukan ekspresi linguistik dalam gaya bicara yang berbeda yang berubah sesuai dengan perbedaan status antara orang yang berbicara. Saat ini gaya yang paling umum digunakan adalah ngoko (informal), krama (sopan atau hormat), dan madya (antara informal dan sopan), meskipun ada juga beberapa gaya lainnya.

Pertumbuhan kota-kota besar di Jawa menghasilkan kaum proletar perkotaan, sebagian besar berasal dari pedesaan, yang tinggal di gubuk-gubuk sementara di lingkungan tertutup yang disebut—seperti di pedesaan—kampung (desa). Desa-desa pedesaan Jawa adalah kelompok-kelompok rumah keluarga tunggal yang kompak, yang secara tradisional dibangun dari bambu, mengelilingi alun-alun. Meskipun beras adalah tanaman pangan utama, berbagai tanaman lain juga diproduksi, termasuk jagung, singkong, kacang tanah, dan kacang kedelai.

Keluarga Jawa biasanya terdiri dari orang tua dan anak-anak yang menjadi tanggungan, meskipun mungkin juga mencakup kerabat dekat lainnya. Pernikahan pertama sering kali diatur oleh orang tua, tetapi perceraian mudah dilakukan, dan perempuan relatif bebas meninggalkan suami mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!