Presiden Aoun Sarankan Lebanon Jadi Negara Sekuler
Rabu, 02 September 2020 - 00:01 WIB
Meski tawaran Aoun itu hanya menyebut sedikit informasi tentang bagaimana sistem dapat diubah melampaui sekulerisasi, langkah itu akan disesuaikan untuk Lebanon yang telah dikelola dengan metode sektarian.
Lebanon memiliki 18 kubu berbeda dan dikelola dengan Kesepakatan Taif yang memberikan posisi kunci pemerintahan pada kelompok agama tertentu sejak 1989.
Sesuai kesepakatan yang mengakhiri perang sipil 15 tahun itu, presiden Lebanon harus dari Kristen Maronit, perdana menteri dipegang Muslim Sunni dan ketua parlemen Muslim Syiah.
Demonstran telah menyerukan perubahan sistem sektarian sejak Oktober tahun lalu di mana para politisi dan pemimpin agama turut memberikan suara atas tuntutan tersebut.
Pada Mei, tokoh Syiah menyerukan penghapusan sistem pembagian kekuasaan yang sudah berusia puluhan tahun saat pidato Idul Fitri. Musfi Syiah Sheikh Ahmad Qabalan mengatakan, “Tidak untuk Kesepakatan Taif, tidak untuk kelompok sekte. Ya untuk negara hukum dan ya untuk negara sebagai lembaga yang kuat.”
Lebanon memiliki 18 kubu berbeda dan dikelola dengan Kesepakatan Taif yang memberikan posisi kunci pemerintahan pada kelompok agama tertentu sejak 1989.
Sesuai kesepakatan yang mengakhiri perang sipil 15 tahun itu, presiden Lebanon harus dari Kristen Maronit, perdana menteri dipegang Muslim Sunni dan ketua parlemen Muslim Syiah.
Demonstran telah menyerukan perubahan sistem sektarian sejak Oktober tahun lalu di mana para politisi dan pemimpin agama turut memberikan suara atas tuntutan tersebut.
Pada Mei, tokoh Syiah menyerukan penghapusan sistem pembagian kekuasaan yang sudah berusia puluhan tahun saat pidato Idul Fitri. Musfi Syiah Sheikh Ahmad Qabalan mengatakan, “Tidak untuk Kesepakatan Taif, tidak untuk kelompok sekte. Ya untuk negara hukum dan ya untuk negara sebagai lembaga yang kuat.”
Lihat Juga :