Mengapa Pulau Jeju di Korea Selatan Sangat Populer?
Minggu, 29 Desember 2024 - 16:10 WIB
2. Bentang Alam & Hutan Vulkanik Jeju yang Menakjubkan
Melansir hiddenlanes, banyak orang tidak menyadari bahwa Jeju bukan hanya tentang pantai. Di jantung Pulau Jeju, Anda akan menemukan gunung tertinggi di Korea Selatan, Hallasan – gunung berapi dengan danau sebening kristal di kawahnya. Garis pantainya dibentuk dari batuan vulkanik hitam yang berkelok-kelok dan diselingi dengan pantai berpasir halus.Sebagian besar pulau ini terdiri dari perbukitan berumput yang tersapu angin, lahan pertanian berdinding batu, dan hutan hujan yang kusut. Anda juga dapat menjelajahi terowongan lava yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO; mengunjungi desa-desa pertanian yang terjal, dan menyusuri lembah sungai yang spektakuler yang dipenuhi dengan batu-batu bulat seukuran truk.
Di antara banyak harta karun yang mungkin Anda temukan adalah: pohon pala berusia 900 tahun di Hutan Bijarim Bijarim adalah bagian langka dari hutan batu "gotjawal" tua. Hutan ini lebat, gelap, lembap, dan sangat hijau. Lantai hutan adalah sarang lebah dari batuan vulkanik - bertumpuk, terpilin, bergelombang, dan berlubang (di beberapa tempat tampak seperti gelombang beku di lautan), dan setiap celah dipenuhi dengan tumbuhan atau serangga. Ini adalah tempat yang menakjubkan.
Baca Juga: Kecelakaan Jeju Air Dipicu Percikan Api di Mesin Pesawat
3. Lingkungan Laut Pulau Jeju
Jeju terletak di tempat di mana arus laut hangat dari selatan tropis bertemu dengan arus dingin dari utara, menghasilkan ekosistem bawah laut yang unik dan produktif. Air yang jernih membuatnya sempurna untuk menyelam, tetapi jika Anda tidak suka menyelam, Anda dapat naik kapal selam dengan biaya sekitar $50. Benar sekali – kapal selam!4. “Haenyeo” - Nenek-Nenek Penyelam Bebas
Jeju memiliki komunitas eksklusif yang terdiri dari wanita paruh baya dan lanjut usia yang meneruskan tradisi menyelam bebas di laut untuk mencari makanan laut selama berabad-abad. Mereka tidak menggunakan snorkel atau tabung oksigen – mereka hanya mengenakan pakaian selam dan masker karet kuno, dan mereka menyelam sambil menahan napas.Lihat Juga :