5 Fakta Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines jatuh di Kazakhstan

Kamis, 26 Desember 2024 - 18:05 WIB
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang disebabkan oleh kecelakaan itu, sementara 150 pekerja darurat dan tim medis, termasuk dokter spesialis yang diterbangkan dari Astana, merawat para korban luka.

Azerbaijan Airlines mengatakan akan menangguhkan semua penerbangannya antara Baku dan Grozny, serta Baku dan Makhachkala hingga penyelidikan selesai.

Maskapai penerbangan itu juga telah menyiapkan saluran telepon khusus untuk anggota keluarga penumpang dan memposting semua nama mereka di halaman media sosialnya.

Aliyev juga menandatangani dekrit yang menyatakan tanggal 26 Desember sebagai hari berkabung di negara itu. Presiden Azerbaijan, yang saat itu sedang terbang ke Rusia untuk menghadiri pertemuan puncak, mengatakan bahwa ia diberitahu tentang kecelakaan itu saat ia berada di udara.

"Saya langsung memberikan instruksi agar pesawat kembali ke Baku," kata Aliyev dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

5. Penyelidikan Sedang Dilaksanakan

Pihak berwenang Kazakhstan, Azerbaijan, dan Rusia mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kecelakaan itu.

"Sebuah tim investigasi, yang dipimpin oleh wakil jaksa agung Azerbaijan, telah dikirim ke Kazakhstan dan bekerja di lokasi kecelakaan," kata Kantor Kejaksaan Agung di Azerbaijan dalam sebuah pernyataan.

Kantor berita negara Azerbaijan, Azertac, mengatakan bahwa tim yang dikirim ke Aktau untuk "investigasi di tempat" juga termasuk menteri situasi darurat Azerbaijan dan wakil presiden Azerbaijan Airlines. Azertac mengatakan bahwa kotak hitam pesawat tersebut – perekam penerbangan yang digunakan penyidik untuk menentukan penyebab kecelakaan penerbangan – telah ditemukan.

Aliyev, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa “kasus pidana telah dibuka” dan bahwa masyarakat Azerbaijan akan “diberi tahu secara berkala” tentang kemajuan penyelidikan.

Kazakhstan telah membentuk komisi pemerintah untuk memeriksa penyebab bencana dan memastikan bahwa keluarga korban tewas dan luka-luka mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Penyelidikan difokuskan pada potensi masalah teknis dan penutupan wilayah udara di dekatnya.

Embraer, produsen pesawat asal Brasil, telah menyatakan kesediaannya untuk membantu penyelidikan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!