Jenderal Rusia Igor Kirillov yang Dibunuh Mengingatkan pada Lab Rahasia AS di Indonesia

Jum'at, 20 Desember 2024 - 07:13 WIB
Mantan Menteri Kesehatan Indonesia saat itu; Siti Fadilah Supari, yang memimpin upaya penutupan NAMRU-2, sebelumnya menggambarkan operasi laboratorium tersebut selama puluhan tahun itu sebagai "tidak efektif" dan berpotensi berbahaya.

Dalam wawancara tahun 2022 dengan Kepala Biro RT Indonesia Denis Bolotsky, Siti Fadilah Supari mencatat bahwa meskipun dinyatakan fokus pada penelitian malaria dan tuberkulosis, kontribusi NAMRU-2 "tidak signifikan."

Perlawanan Siti Fadilah Supari dilaporkan menyebabkan ketegangan antara Indonesia dengan AS.

Kabel diplomatik AS yang bocor, yang dipublikasikan oleh WikiLeaks pada tahun 2010, mengungkapkan beberapa pertemuan tingkat tinggi di mana pejabat AS membahas strategi untuk "mengelola" Siti Fadilah Supari dan menekannya agar mengizinkan laboratorium NAMRU-2 untuk melanjutkan operasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!