Ingin Basmi Pemberontak Kurdi, Turki Akan Latih Militer Suriah yang Baru

Minggu, 15 Desember 2024 - 18:06 WIB
Guler mengatakan Turki tidak melihat tanda-tanda kebangkitan ISIS di Suriah, bertentangan dengan pandangan AS.

“Apakah ada yang mendengar tentang serangan teroris DAESH di Suriah dalam tiga tahun terakhir? Kami tidak melihat atau mendengar apa pun tentang DAESH saat ini,” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.

Turki sebelumnya telah memberi tahu AS bahwa Ankara dapat mengerahkan tiga brigade komando di Suriah untuk melawan ISIS, dan mengelola al-Hol, kamp penahanan bagi keluarga ISIS, kata Guler, seraya menambahkan bahwa Washington telah menolak kedua tawaran tersebut.

“Sebaliknya, mereka bekerja sama dengan organisasi teroris PKK/YPG dengan alasan memerangi DAESH. Namun, Anda tidak dapat melawan satu organisasi teroris dengan organisasi teroris lainnya.”

Ketika ditanya tentang keterlibatan Rusia di masa mendatang di Suriah, sekutu lama al-Assad yang akhir pekan lalu memberinya suaka, Guler mengatakan ia tidak melihat tanda-tanda penarikan pasukan Rusia secara penuh.

Rusia, katanya, sedang memindahkan aset militernya dari berbagai wilayah Suriah ke dua pangkalannya di negara itu - pangkalan udara Hmeimim di Latakia dan pangkalan angkatan laut di Tartous.

“Saya tidak berpikir Rusia akan meninggalkan [Suriah]. Mereka akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk tetap tinggal,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!