3 Ancaman Zionis ke HTS di Suriah, Salah Satunya Jangan Dekati Perbatasan Israel
Minggu, 15 Desember 2024 - 03:30 WIB
Baca Juga: Perang Saudara di Palestina Memanas, Komandan Brigade Jenin Berafiliasi dengan Hamas Dibunuh Tentara Fatah
Jurnalis tersebut menyarankan bahwa negara pendudukan saat ini berupaya melemahkan kemampuan tentara Suriah yang tersisa, dengan menjelaskan bahwa Israel telah mengintensifkan serangan udaranya dalam beberapa hari terakhir, melebihi 400 kali. Hal ini telah menyebabkan pasukan udara dan laut Suriah menghilang drastis, selain penghancuran depot senjata Suriah dan program senjata kimia.
Ravid menekankan bahwa negara pendudukan akan terus mengebom fasilitas yang tersisa dalam beberapa hari mendatang, yang mencerminkan tujuannya untuk melemahkan tentara Suriah.
Ia menyatakan bahwa Israel bermaksud memanfaatkan situasi saat ini untuk memastikan bahwa pihak mana pun yang menguasai Suriah dalam beberapa tahun mendatang akan membutuhkan waktu lama untuk membangun kembali tentaranya, sehingga kurang mampu menimbulkan ancaman apa pun.
3. Zionis Masih Ragu dengan HTS
Ravid mencatat bahwa negara pendudukan menunjukkan keraguan besar mengenai HTS dan keraguan itu jauh lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden atau negara-negara Eropa terhadap kelompok tersebut.Jurnalis tersebut menyarankan bahwa negara pendudukan saat ini berupaya melemahkan kemampuan tentara Suriah yang tersisa, dengan menjelaskan bahwa Israel telah mengintensifkan serangan udaranya dalam beberapa hari terakhir, melebihi 400 kali. Hal ini telah menyebabkan pasukan udara dan laut Suriah menghilang drastis, selain penghancuran depot senjata Suriah dan program senjata kimia.
Ravid menekankan bahwa negara pendudukan akan terus mengebom fasilitas yang tersisa dalam beberapa hari mendatang, yang mencerminkan tujuannya untuk melemahkan tentara Suriah.
Ia menyatakan bahwa Israel bermaksud memanfaatkan situasi saat ini untuk memastikan bahwa pihak mana pun yang menguasai Suriah dalam beberapa tahun mendatang akan membutuhkan waktu lama untuk membangun kembali tentaranya, sehingga kurang mampu menimbulkan ancaman apa pun.
(ahm)
Lihat Juga :