Blogger Rusia Pengkritik Putin Dihajar hingga Berlumuran Darah

Selasa, 01 September 2020 - 07:30 WIB
Polisi Moskow, seperti dilansir BBC, telah membuka penyelidikan terkait serangan terhadap Zhukov. Para penyerang menghadapi hukuman dua tahun penjara jika terbukti bersalah. (Baca: Putrinya Disuntik Vaksin Covid-19 Rusia, Putin: Dia Sehat-sehat Saja )

“Semoga mereka yang bersalah diidentifikasi dan dihukum sesuai hukum,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Desember lalu, pengadilan Rusia memutuskan Zhukov bersalah karena menghasut ekstremisme di saluran YouTube-nya dan melarang dia mengakses Internet selama dua tahun. Zhukov menuduh bahwa putusan pengadilan itu bermotif politik.

Pada Minggu pagi, Zhukov mengatakan di saluran YouTube-nya bahwa dia telah ditolak untuk mengikuti program master di Moscow’ Higher School of Economics (Sekolah Tinggi Ekonomi Moskow), sebuah keputusan yang juga dikaitkan dengan aktivitas politiknya. (Baca juga: Pendanaan Terorisme Kian Canggih, Berubah Seiring Perkembangan Teknologi )

Serangan terhadap dirinya terjadi setelah pemimpin oposisi terkemuka Rusia; Alexei Navalny, dipindahkan ke rumah sakit di Berlin setelah diduga diracun.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!