Terungkap, 3.000 Tentara Rezim Suriah Kabur ke Irak tapi Tak Diberi Suaka

Jum'at, 13 Desember 2024 - 09:04 WIB
Meskipun ada rumor dan laporan yang belum diverifikasi bahwa Maher al-Assad, kepala Divisi Keempat Angkatan Darat Suriah yang juga adik dari presiden terguling Bashar al-Assad, juga telah melarikan diri ke Irak, Sindi menggambarkan klaim ini sebagai "tidak berdasar”.

Neema menekankan bahwa peran Irak hanya bersifat sementara. "Kami berencana untuk mengembalikan mereka ke Suriah," katanya.

"Saat ini, karena ketegangan di sana dan untuk memastikan keselamatan mereka, Irak akan terus menampung mereka. Setelah Suriah stabil, pemerintahan terbentuk, dan lembaga militer didirikan kembali, mereka akan dikirim kembali dengan koordinasi antara kedua negara melalui lembaga konstitusional,” paparnya.

Para prajurit dan perwira dilaporkan telah dipindahkan ke lapangan udara militer Al-Marsana di distrik Area 70 Al-Rutba, di mana perlindungan penuh dan ketentuan penting dipastikan. Nasib akhir mereka bergantung pada pemulihan stabilitas di Suriah dan kebangkitan lembaga negara yang mampu menerima mereka dengan aman.

Ali Abbas, juru bicara resmi Kementerian Migrasi dan Pengungsi Irak, mengonfirmasi bahwa pasukan bekas rezim Assad saat ini menjadi "tamu" militer Irak hingga kondisi di perbatasan membaik.

"Personel militer Suriah berada di bawah pengawasan tentara Irak di lokasi dekat perbatasan," katanya. "Mereka akan dipindahkan kembali setelah situasi di Suriah membaik."

Sementara itu, Sindi mengindikasikan bahwa langkah-langkah keamanan di sepanjang perbatasan Irak-Suriah tetap kuat, tanpa adanya ancaman langsung yang terdeteksi. "Situasinya stabil dan terkendali," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!