Negara Mayoritas Islam yang Ikut Rayakan Kemenangan Pemberontak Suriah, Salah Satunya Anggota NATO

Selasa, 10 Desember 2024 - 19:15 WIB
Kementerian Luar Negeri Afghanistan merilis pernyataan berupa ucapan selamat kepada “Kepemimpinan gerakan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan rakyat Suriah” atas kemajuan mereka menjatuhkan ibu kota Damaskus.

“Kami menyatakan harapan bahwa fase-fase revolusi yang tersisa akan dikelola dengan cara yang menjamin sistem yang damai, bersatu, dan stabil,” bunyi pernyataan itu.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Afghanistan juga menyatakan harapan untuk pembentukan pemerintahan Islam yang berdaulat dan berorientasi pada pelayanan di Suriah.

Harapannya, pemerintahan itu akan menyatukan negara yang dilanda perang saudara tanpa diskriminasi dan pembalasan.

Sedikit kilas balik, Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021, tepatnya selama tahap akhir penarikan pasukan AS dari Kabul.

Meski begitu, pemerintahan baru Afghanistan ini tidak banyak diakui secara resmi oleh negara-negara di dunia.

2. Turki



Turki adalah salah satu kekuatan eksternal terpenting yang mendukung pemberontak Suriah. Secara geografis, wilayahnya bahkan berbatasan dengan basis pemberontak di barat laut.

Mengutip Cfr, pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendukung kubu oposisi sejak Arab Spring 2011.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!