AS Dukung Invasi Israel ke Suriah dan Caplok Lebih Luas Dataran Tinggi Golan

Selasa, 10 Desember 2024 - 18:30 WIB
Menurut Miller, dengan meninggalkan posisinya di wilayah sekitar zona penyangga, Tentara Suriah "berpotensi menciptakan kekosongan" yang dapat diisi oleh organisasi teroris.

“Itu akan mengancam negara Israel dan warga sipil di dalam Israel. Setiap negara berhak mengambil tindakan terhadap organisasi teroris,” ujar Miller, seraya menambahkan, “pada akhirnya, penting adanya keamanan di sepanjang perbatasan itu,” yang menurutnya, kini dapat dipastikan oleh militer Israel.

Namun, Miller mencatat Washington memperkirakan pendudukan Israel bersifat sementara.

“Ini adalah tindakan sementara yang telah mereka ambil sebagai tanggapan atas tindakan militer Suriah untuk menarik diri dari wilayah itu… Kami ingin melihat perjanjian pelepasan diri tahun 1974 ditegakkan, dan itu termasuk ketentuan zona penyangga, yang mencakup penarikan Israel ke posisi sebelumnya,” ujar dia, merujuk pada perjanjian Israel tahun 1974 dengan Suriah untuk membangun jalur demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan.

Perkataan Miller bertentangan dengan pernyataan yang dibuat sebelumnya oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara Israel memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa serangannya ke Suriah adalah "tindakan terbatas dan sementara" pada konferensi pers pada Senin malam, Netanyahu menyatakan "Dataran Tinggi Golan akan selamanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari negara Israel."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!