Sebelum Pelantikan Trump, Biden Janji Persenjatai Ukraina Sebanyak Mungkin

Minggu, 24 November 2024 - 18:25 WIB
Baca Juga: 3 Alasan AS Atur Ulang Strategi Perang Nuklir, Salah Satunya Membuat Bom Lebih Dahsyat

Pemerintahan Biden mempertimbangkan kemungkinan seruan publik untuk undangan resmi bagi Ukraina untuk bergabung dengan NATO, tetapi memutuskan bahwa kemungkinan seruan ini berhasil akan terlalu rendah. Sebaliknya, otoritas AS saat ini sedang mempertimbangkan sejumlah perjanjian bilateral dengan Kiev di bidang keamanan.

Rusia percaya bahwa pasokan senjata ke Ukraina menghambat penyelesaian dan secara langsung melibatkan negara-negara NATO dalam konflik tersebut. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mencatat bahwa setiap kargo yang berisi senjata untuk Kiev akan menjadi target yang sah bagi Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis bahwa Ukraina menembakkan rudal ATACMS yang dipasok AS dan Storm Shadows milik Inggris ke fasilitas di wilayah Kursk dan Bryansk pada tanggal 19 November.

Rusia menanggapi dengan meluncurkan serangan gabungan terhadap kompleks industri pertahanan di Dnepropetrovsk pada hari Kamis menggunakan rudal Oreshnik.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!