Eks Panglima Militer Ukraina Tegaskan Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Jum'at, 22 November 2024 - 00:01 WIB
Dia mendesak para pasukan mengembangkan persahabatan militer, menjadi saudara di medan perang, dan saling menjaga.
”Tidaklah cukup untuk menyelamatkan diri sendiri dan teman Anda, saudara Anda,” papar dia. “Anda masih harus menyelesaikan tugas. Untuk melakukan ini, Anda harus membunuh. Membunuh tanpa ragu-ragu.”
“Cintailah satu sama lain dan ingatlah Ukraina. Jika Anda pergi, mungkin orang lain akan menggantikan Anda, tetapi Ukraina akan tetap lestari,” ungkap Zaluzhny.
Pada bulan Februari, Zaluzhny dicopot dari jabatan militernya dan kemudian dari angkatan bersenjata secara keseluruhan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecatnya setelah sang jenderal secara terbuka membantah visi pemimpin Ukraina tentang bagaimana perang melawan Rusia harus dilanjutkan.
Zaluzhny berpendapat pada saat itu bahwa konflik telah mencapai jalan buntu dan pasukan Ukraina harus bertahan.
”Tidaklah cukup untuk menyelamatkan diri sendiri dan teman Anda, saudara Anda,” papar dia. “Anda masih harus menyelesaikan tugas. Untuk melakukan ini, Anda harus membunuh. Membunuh tanpa ragu-ragu.”
“Cintailah satu sama lain dan ingatlah Ukraina. Jika Anda pergi, mungkin orang lain akan menggantikan Anda, tetapi Ukraina akan tetap lestari,” ungkap Zaluzhny.
Pada bulan Februari, Zaluzhny dicopot dari jabatan militernya dan kemudian dari angkatan bersenjata secara keseluruhan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecatnya setelah sang jenderal secara terbuka membantah visi pemimpin Ukraina tentang bagaimana perang melawan Rusia harus dilanjutkan.
Zaluzhny berpendapat pada saat itu bahwa konflik telah mencapai jalan buntu dan pasukan Ukraina harus bertahan.
Lihat Juga :