Zelensky Senang AS Izinkan Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh Amerika
Senin, 18 November 2024 - 07:15 WIB
“Rencana untuk memperkuat Ukraina adalah 'Rencana Kemenangan', yang saya sampaikan kepada mitra kami. Salah satu poin utamanya adalah kemampuan jarak jauh untuk tentara kami. Hari ini, banyak pembicaraan di media tentang kami yang menerima izin untuk tindakan masing-masing,” kata Zelensky pada akhir pidato videonya yang dirilis pada Minggu (17/11/2024) malam.
“Namun, serangan tidak dilakukan dengan kata-kata. Hal-hal seperti itu tidak diumumkan. Rudal akan berbicara sendiri. Mereka pasti akan melakukannya,” imbuh dia.
Ukraina telah menggunakan rudal ATACMS pasokan Amerika dan SCALP-EG/Storm Shadow pasokan Inggris dan Prancis untuk menyerang target di Crimea dan empat bekas wilayah Ukraina lainnya yang bergabung dengan Rusia setelah 2014.
Pemerintahan Biden sebelumnya telah menolak permintaan Ukraina untuk perluasan serangan, dengan alasan kekhawatiran tentang kemungkinan eskalasi. Gedung Putih dan Pentagon menolak mengomentari laporan terbaru tentang pencabutan pembatasan.
Beberapa media Barat mengatakan bahwa Kyiv diperkirakan akan menggunakan kemampuan baru tersebut di dalam dan sekitar Wilayah Kursk Rusia, yang diserbu oleh Ukraina pada awal Agustus.
“Namun, serangan tidak dilakukan dengan kata-kata. Hal-hal seperti itu tidak diumumkan. Rudal akan berbicara sendiri. Mereka pasti akan melakukannya,” imbuh dia.
Ukraina telah menggunakan rudal ATACMS pasokan Amerika dan SCALP-EG/Storm Shadow pasokan Inggris dan Prancis untuk menyerang target di Crimea dan empat bekas wilayah Ukraina lainnya yang bergabung dengan Rusia setelah 2014.
Pemerintahan Biden sebelumnya telah menolak permintaan Ukraina untuk perluasan serangan, dengan alasan kekhawatiran tentang kemungkinan eskalasi. Gedung Putih dan Pentagon menolak mengomentari laporan terbaru tentang pencabutan pembatasan.
Beberapa media Barat mengatakan bahwa Kyiv diperkirakan akan menggunakan kemampuan baru tersebut di dalam dan sekitar Wilayah Kursk Rusia, yang diserbu oleh Ukraina pada awal Agustus.
Lihat Juga :