Korea Utara Ratifikasi Perjanjian Pertahanan Bersama yang Bersejarah dengan Rusia
Selasa, 12 November 2024 - 19:15 WIB
Ketika dia menyetujui kesepakatan tersebut dengan Putin pada bulan Juni, Kim memuji perjanjian tersebut sebagai langkah menuju peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara dan menggambarkan pakta militer tersebut sebagai sesuatu yang mirip dengan "aliansi" antara Rusia dan Korea Utara.
Parlemen Rusia meratifikasi perjanjian tersebut pada tanggal 6 November, di tengah meningkatnya kerja sama keamanan dengan Korea Utara selama berbulan-bulan, termasuk laporan transfer senjata ke Rusia dan pengerahan ribuan tentara Korea Utara untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.
Intelijen Korea Selatan (Korsel), AS, dan Ukraina mengatakan 11.000 tentara Korea Utara telah dikirim untuk bertempur di garis depan melawan pasukan Ukraina.
Sebagian besar pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah Kursk Rusia, yang sebagian berada di bawah kendali Ukraina sejak serangan mendadak Kiev ke wilayah Rusia pada bulan Agustus.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Senin bahwa Moskow telah mengumpulkan pasukan sebanyak 50.000 tentara, termasuk tentara Korea Utara, di Kursk, saat bersiap untuk melancarkan serangan besar dan merebut kembali wilayah yang hilang dari pasukan Ukraina di wilayah yang berbatasan dengan Ukraina.
Moskow dan Pyongyang belum berkomentar secara langsung tentang keberadaan tentara Korea Utara di Rusia, tetapi implikasi dari langkah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional dan di antara anggota NATO di Eropa.
Parlemen Rusia meratifikasi perjanjian tersebut pada tanggal 6 November, di tengah meningkatnya kerja sama keamanan dengan Korea Utara selama berbulan-bulan, termasuk laporan transfer senjata ke Rusia dan pengerahan ribuan tentara Korea Utara untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.
Intelijen Korea Selatan (Korsel), AS, dan Ukraina mengatakan 11.000 tentara Korea Utara telah dikirim untuk bertempur di garis depan melawan pasukan Ukraina.
Sebagian besar pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah Kursk Rusia, yang sebagian berada di bawah kendali Ukraina sejak serangan mendadak Kiev ke wilayah Rusia pada bulan Agustus.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Senin bahwa Moskow telah mengumpulkan pasukan sebanyak 50.000 tentara, termasuk tentara Korea Utara, di Kursk, saat bersiap untuk melancarkan serangan besar dan merebut kembali wilayah yang hilang dari pasukan Ukraina di wilayah yang berbatasan dengan Ukraina.
Moskow dan Pyongyang belum berkomentar secara langsung tentang keberadaan tentara Korea Utara di Rusia, tetapi implikasi dari langkah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional dan di antara anggota NATO di Eropa.
Lihat Juga :