Apakah Elon Musk Pro-Israel? Ini Penjelasannya
Selasa, 12 November 2024 - 17:45 WIB
WASHINGTON - Konflik Palestina-Israel telah menjadi perhatian banyak orang selama bertahun-tahun. Sepanjang itu, masing-masing terbagi pilihannya menjadi dua kubu utama, yakni pendukung perjuangan Palestina atau pro-Zionis Tel Aviv.
Bukan hanya para pemangku kebijakan di negara-negara, sikap dukungan itu juga melekat bagi orang-orang berpengaruh lain di dunia. Misalnya, miliarder ternama seperti Elon Musk.
Lalu, benarkah Elon Musk adalah sosok pendukung Israel? Berikut ulasannya yang bisa disimak.
Elon Musk mungkin tidak pernah secara gamblang mengakui dirinya sebagai sosok pro Israel. Kendati begitu, sudah menjadi rahasia umum bahwa pemilik Tesla itu sering menunjukan dukungannya untuk negara Yahudi tersebut melalui berbagai gerak-geriknya.
Contoh mudahnya bisa diambil saat Musk mengambil bagian dalam kampanye Donald Trump sebelum Pemilu Presiden (Pilpres) AS 2024.
Pada sebuah kampanye di Pennsylvania, ia dilaporkan sempat mengkritik Iran dan menyuarakan dukungan kuat untuk Israel.
Selama acara tersebut, Musk menyampaikan pidato yang menekankan ancaman Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Musk mengaitkan ancaman tersebut dengan persaingan geopolitik yang lebih luas antara Iran dan Barat selama beberapa waktu terakhir.
"Jelas tidak boleh ada orang yang ingin membantai semua orang di Israel. Anda harus menghentikannya. Orang-orang itu harus dibunuh atau dipenjara, atau mereka akan mencoba membunuh lebih banyak orang Israel," kata Musk saat berbicara di hadapan khalayak, dikutip Selasa (12/11/2024).
Pada November 2023, Musk sempat dituding menyebarkan konten anti-Semit di platform miliknya sendiri, yakni X (dulu Twitter). Sebagai bentuk tanggapan, ia berkunjung ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Mengutip Al Jazeera, bersama Netanyahu, Musk ikut mengunjungi kibbutz yang diserbu pejuang Hamas pada 7 Oktober.
Di sana, ia mengatakan akan mendukung perang Israel di Gaza setelah perjalanan yang dilakukan selama gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Musk juga setuju untuk tidak menyediakan akses internet ke Gaza melalui perusahaan satelitnya, Starlink, tanpa persetujuan Israel.
Hal ini berkebalikan dengan pernyataannya sebelumnya yang menyebut Starlink akan mendukung konektivitas ke organisasi bantuan yang diakui secara internasional di Gaza.
Saat Gaza mengalami krisis setelah pemadaman komunikasi pada Oktober, pengguna media sosial memohon kepada Musk untuk menyediakan akses internet melalui Starlink bagi wilayah kantong yang terkepung itu.
Hal ini sebagaimana pernah dilakukannya untuk membantu Ukraina yang dilanda perang dengan Rusia.
Israel sendiri sebelumnya juga menentang konektivitas Starlink untuk Gaza dengan alasan Hamas akan menggunakannya untuk “kegiatan teroris”.
Pada percakapan singkat yang disiarkan langsung di X, Musk dan Netanyahu sepakat Hamas perlu diberantas karena dirasa berbahaya bagi warga sipil.
Bukan hanya para pemangku kebijakan di negara-negara, sikap dukungan itu juga melekat bagi orang-orang berpengaruh lain di dunia. Misalnya, miliarder ternama seperti Elon Musk.
Lalu, benarkah Elon Musk adalah sosok pendukung Israel? Berikut ulasannya yang bisa disimak.
Apakah Elon Musk Pro-Israel?
Elon Musk mungkin tidak pernah secara gamblang mengakui dirinya sebagai sosok pro Israel. Kendati begitu, sudah menjadi rahasia umum bahwa pemilik Tesla itu sering menunjukan dukungannya untuk negara Yahudi tersebut melalui berbagai gerak-geriknya.
Contoh mudahnya bisa diambil saat Musk mengambil bagian dalam kampanye Donald Trump sebelum Pemilu Presiden (Pilpres) AS 2024.
Pada sebuah kampanye di Pennsylvania, ia dilaporkan sempat mengkritik Iran dan menyuarakan dukungan kuat untuk Israel.
Selama acara tersebut, Musk menyampaikan pidato yang menekankan ancaman Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Musk mengaitkan ancaman tersebut dengan persaingan geopolitik yang lebih luas antara Iran dan Barat selama beberapa waktu terakhir.
"Jelas tidak boleh ada orang yang ingin membantai semua orang di Israel. Anda harus menghentikannya. Orang-orang itu harus dibunuh atau dipenjara, atau mereka akan mencoba membunuh lebih banyak orang Israel," kata Musk saat berbicara di hadapan khalayak, dikutip Selasa (12/11/2024).
Pada November 2023, Musk sempat dituding menyebarkan konten anti-Semit di platform miliknya sendiri, yakni X (dulu Twitter). Sebagai bentuk tanggapan, ia berkunjung ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Mengutip Al Jazeera, bersama Netanyahu, Musk ikut mengunjungi kibbutz yang diserbu pejuang Hamas pada 7 Oktober.
Di sana, ia mengatakan akan mendukung perang Israel di Gaza setelah perjalanan yang dilakukan selama gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Musk juga setuju untuk tidak menyediakan akses internet ke Gaza melalui perusahaan satelitnya, Starlink, tanpa persetujuan Israel.
Hal ini berkebalikan dengan pernyataannya sebelumnya yang menyebut Starlink akan mendukung konektivitas ke organisasi bantuan yang diakui secara internasional di Gaza.
Saat Gaza mengalami krisis setelah pemadaman komunikasi pada Oktober, pengguna media sosial memohon kepada Musk untuk menyediakan akses internet melalui Starlink bagi wilayah kantong yang terkepung itu.
Hal ini sebagaimana pernah dilakukannya untuk membantu Ukraina yang dilanda perang dengan Rusia.
Israel sendiri sebelumnya juga menentang konektivitas Starlink untuk Gaza dengan alasan Hamas akan menggunakannya untuk “kegiatan teroris”.
Pada percakapan singkat yang disiarkan langsung di X, Musk dan Netanyahu sepakat Hamas perlu diberantas karena dirasa berbahaya bagi warga sipil.
(sya)
tulis komentar anda