Apakah Elon Musk Pro-Israel? Ini Penjelasannya
Selasa, 12 November 2024 - 17:45 WIB
Pada sebuah kampanye di Pennsylvania, ia dilaporkan sempat mengkritik Iran dan menyuarakan dukungan kuat untuk Israel.
Selama acara tersebut, Musk menyampaikan pidato yang menekankan ancaman Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Musk mengaitkan ancaman tersebut dengan persaingan geopolitik yang lebih luas antara Iran dan Barat selama beberapa waktu terakhir.
"Jelas tidak boleh ada orang yang ingin membantai semua orang di Israel. Anda harus menghentikannya. Orang-orang itu harus dibunuh atau dipenjara, atau mereka akan mencoba membunuh lebih banyak orang Israel," kata Musk saat berbicara di hadapan khalayak, dikutip Selasa (12/11/2024).
Pada November 2023, Musk sempat dituding menyebarkan konten anti-Semit di platform miliknya sendiri, yakni X (dulu Twitter). Sebagai bentuk tanggapan, ia berkunjung ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Mengutip Al Jazeera, bersama Netanyahu, Musk ikut mengunjungi kibbutz yang diserbu pejuang Hamas pada 7 Oktober.
Di sana, ia mengatakan akan mendukung perang Israel di Gaza setelah perjalanan yang dilakukan selama gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Selama acara tersebut, Musk menyampaikan pidato yang menekankan ancaman Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Musk mengaitkan ancaman tersebut dengan persaingan geopolitik yang lebih luas antara Iran dan Barat selama beberapa waktu terakhir.
"Jelas tidak boleh ada orang yang ingin membantai semua orang di Israel. Anda harus menghentikannya. Orang-orang itu harus dibunuh atau dipenjara, atau mereka akan mencoba membunuh lebih banyak orang Israel," kata Musk saat berbicara di hadapan khalayak, dikutip Selasa (12/11/2024).
Pada November 2023, Musk sempat dituding menyebarkan konten anti-Semit di platform miliknya sendiri, yakni X (dulu Twitter). Sebagai bentuk tanggapan, ia berkunjung ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Mengutip Al Jazeera, bersama Netanyahu, Musk ikut mengunjungi kibbutz yang diserbu pejuang Hamas pada 7 Oktober.
Di sana, ia mengatakan akan mendukung perang Israel di Gaza setelah perjalanan yang dilakukan selama gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Lihat Juga :