Presiden Joe Biden Berikan 1 Syarat Jika Ukraina Ingin Menyerang Pasukan Korea Utara

Rabu, 30 Oktober 2024 - 19:09 WIB
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Ukraina telah mengalami serangkaian kemunduran di medan perang. Beberapa analis militer berpendapat bahwa keputusan Kiev untuk mengirim pasukan melintasi perbatasan ke Kursk alih-alih memperkuat unit di timur telah berkontribusi pada situasi yang berbahaya itu.

Jenderal Ukraina Dmitry Marchenko memperingatkan dalam sebuah wawancara minggu ini bahwa garis depan "runtuh" dan menyalahkan kepemimpinan militer yang buruk. Tentara juga menderita kekurangan amunisi dan kelelahan pasukan yang ditempatkan di zona perang, tambahnya.

Kiev bermaksud mengatasi kekurangan tenaga kerjanya dengan merekrut 160.000 tentara tambahan selama tiga bulan ke depan, menurut para pejabat.

Awal tahun ini, pemerintah merombak sistem wajib militer, dengan memberlakukan hukuman yang lebih berat bagi yang menghindari wajib militer. Anggota parlemen Ukraina Anna Skorokhod telah menilai bahwa jumlah pasukan Ukraina yang membelot atau menghilang tanpa izin kini mencapai lebih dari 100.000.

Pemerintahan Biden telah berjanji untuk membantu Kiev "selama diperlukan" untuk menang. Moskow menyebut konflik tersebut sebagai perang proksi yang dipimpin AS melawan Rusia, di mana warga Ukraina berperan sebagai 'umpan meriam'.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!