UNIFIL Sumpah 10.000 Pasukan PBB Tetap di Lebanon Meski Ditekan Israel

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 19:01 WIB
Pasukan UNIFIL berjaga sambil memegang bendera PBB di perbatasan wilayah Kafr Shuba, yang dianggap sebagai wilayah sengketa antara Lebanon dan Israel, untuk memastikan keamanan di kota Kafr Shuba di Provinsi Nabatieh, Lebanon pada 28 Agustus 2023. Foto/Ho
BEIRUT - Seorang juru bicara misi pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, mengatakan misi yang beranggotakan 10.000 orang itu akan tetap berada di Lebanon meskipun ada beberapa serangan langsung oleh pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir.

Dia menyebut serangan Israel itu disengaja. Serangan itu melukai beberapa prajurit UNIFIL, termasuk 2 orang dari TNI, Indonesia.



“Kami harus tetap tinggal, mereka meminta kami untuk pindah,” ungkap juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti melalui tautan video dari Beirut.

“Kehancuran dan penghancuran banyak desa di sepanjang Garis Biru, dan bahkan di luarnya, sangat mengejutkan,” tegas dia, mengacu pada garis yang dipetakan PBB yang memisahkan Lebanon dari Israel dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!