Kenapa Konflik di Timur Tengah Kerap Diasosiasikan dengan Balas Dendam?
Senin, 07 Oktober 2024 - 23:55 WIB
2. Iran Selalu Menuntut Pertanggungjawaban
Situasi di Timur Tengah kembali berada di ambang apa yang oleh para ahli digambarkan sebagai "konflik yang meningkat dan tidak stabil," karena Iran bersumpah untuk memberikan "hukuman keras" bagi Israel, yang menurutnya bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh.Haniyeh menjadi sasaran dan tewas dalam serangan Israel saat mengunjungi Iran setelah menghadiri pelantikan presiden baru Iran Masoud Pezeshkian. Kepala sayap militer Hamas, Mohammed Deif, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza bulan lalu, militer Israel mengatakan Kamis, Reuters melaporkan.
Melansir Global Times, Liu Zhongmin, seorang profesor di Institut Studi Timur Tengah Universitas Studi Internasional Shanghai, meyakini pembunuhan Haniyeh di Teheran sebagian bertujuan untuk menyabotase kebijakan dan pengaturan Iran di kawasan tersebut.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan Iran akan maju ke perang skala penuh dengan Israel. Ia mencatat bahwa konflik antara Hizbullah dan Israel, bagaimanapun, mungkin akan meningkat," katanya.
Kemudian, Wang Jin, seorang profesor madya di Institut Studi Timur Tengah di Universitas Northwest di Xi'an mengungkapkan, tampaknya pembalasan langsung terhadap Israel, terutama dalam konteks saat ini, akan segera terjadi karena Israel telah terlibat dalam konflik dengan Hizbullah, Hamas, dan sekutu regional Iran lainnya. "Risiko eskalasi konflik di masa mendatang sangat tinggi," kata Wang Jin.
Baca Juga: Ingin Dapat Restu AS untuk Serang Iran, Menhan Israel Temui Para Pejabat Washington
3. Israel Selalu Ingin Menabuh Genderang Perang
Pejabat Israel menabuh genderang perang terhadap Iran setelah Teheran meluncurkan rentetan rudal besar dan belum pernah terjadi sebelumnya di sejumlah lokasi di negara bagian itu.Serangan pada Selasa malam itu terjadi setelah Israel mengintensifkan perangnya di Lebanon dan terbunuhnya pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Beirut minggu lalu.
Kabinet Israel belum memutuskan waktu dan sifat responsnya, Axios melaporkan, tetapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji bahwa pemerintahnya akan membalas.
Lihat Juga :