Siapa Jenderal Amir-Ali Hajizadeh? Pemimpin Divisi Dirgantara Garda Revolusi Iran yang Sukses Pimpin Serangan ke Israel
Minggu, 06 Oktober 2024 - 22:05 WIB
Strategi pemberdayaan Menghadapi isolasi internasional yang semakin akut karena sanksi Barat, keinginan untuk otonomi telah menjadi prinsip dasar strategi kedirgantaraan Iran. Ini diprakarsai oleh Pemimpin Tertinggi, yang menekankan pentingnya memperkuat kemampuan lokal. Teheran meluncurkan program rudal jelajahnya pada tahun 1990-an, yang terus berkembang sejak saat itu. Peluncuran rudal balistik Shahab-3B pada tahun 2003 — pilar pencegahan strategis Iran, yang memiliki jangkauan hingga 2.100 kilometer — membuka jalan bagi produksi rudal jarak jauh.
Pada tahun 2013, perkembangan ini telah memungkinkan Iran menduduki peringkat keenam di dunia dalam produksi rudal. Hajizadeh mengatakan secara terbuka pada bulan Maret 2016 bahwa tidak ada batasan teknis atau konvensional pada jangkauan rudal. Ancamannya terwujud pada bulan Juni 2021 ketika Panglima Tertinggi IRGC Hossein Salami mengatakan bahwa Iran sekarang memiliki pesawat nirawak yang mampu terbang sejauh 7.000 km dan melawan pertahanan udara.
Pada bulan November, Teheran meluncurkan rudal hipersonik Fattah II, yang diklaimnya dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 18.000 km/jam sambil bermanuver untuk menghindari pertahanan anti-balistik.
Para pengamat yakin bahwa Iran sekarang memiliki persenjataan rudal terbesar di Timur Tengah.
4. Selalu Berinovasi dalam Meluncurkan Rudal Terbaiknya
Pada tahun 2009, Hajizadeh memimpin Angkatan Udara Pasdaran yang beranggotakan 15.000 orang dan berada di balik restrukturisasi korps militer ini. Di bawah kepemimpinannya, pasukan ini berkembang menjadi pasukan kedirgantaraan sejati, bahkan mengintegrasikan program luar angkasa utama dan mengembangkan peluncur satelit.Pada tahun 2013, perkembangan ini telah memungkinkan Iran menduduki peringkat keenam di dunia dalam produksi rudal. Hajizadeh mengatakan secara terbuka pada bulan Maret 2016 bahwa tidak ada batasan teknis atau konvensional pada jangkauan rudal. Ancamannya terwujud pada bulan Juni 2021 ketika Panglima Tertinggi IRGC Hossein Salami mengatakan bahwa Iran sekarang memiliki pesawat nirawak yang mampu terbang sejauh 7.000 km dan melawan pertahanan udara.
Pada bulan November, Teheran meluncurkan rudal hipersonik Fattah II, yang diklaimnya dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 18.000 km/jam sambil bermanuver untuk menghindari pertahanan anti-balistik.
Para pengamat yakin bahwa Iran sekarang memiliki persenjataan rudal terbesar di Timur Tengah.
(ahm)
Lihat Juga :