Awas Perang Dunia III, 13.000 Senjata Nuklir Dimiliki 9 Negara Ini

Minggu, 06 Oktober 2024 - 13:30 WIB
Sekitar setengah dari senjata yang dikerahkan berada dalam kondisi siaga pemicu, yang dapat diluncurkan dengan sangat cepat setelah perintah presiden muncul.

Kekuatan siaga ini mencakup hampir semua dari 400 rudal balistik antarbenua (ICBM) berbasis silo, dan jumlah hulu ledak yang sebanding pada rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM). ICBM dapat diluncurkan dalam beberapa menit; SLBM dalam waktu 15 menit.

Kemampuan destruktif senjata AS sangat beragam. Senjata paling kuat—bom gravitasi B83—lebih dari 80 kali lebih kuat daripada bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Senjata terkecil memiliki daya ledak hanya 2 persen dari itu.

2. Rusia



Negara inii memiliki 5.580 hulu ledak nuklir, ada pula laporan yang menyebut sekitar 6.000 unit, dengan 1.584 di antaranya telah dikerahkan untuk siap tempur.

Jika digabungkan dengan Amerika Serikat, jumlahnya mencapai lebih dari 90 persen dari total senjata nuklir dunia.

Permusuhan antara Amerika Serikat dan Rusia menjadi alasan utama lambatnya pengurangan senjata nuklir.

3. China



Negara ini memiliki 500 hulu ledak nuklir. China mengembangkan senjata nuklir selama Perang Dingin dan sejak itu mempertahankan persenjataan yang relatif sederhana.

Namun, tiga pilar kekuatan nuklirnya, yang juga dikenal sebagai triad nuklirnya, sedang dalam proses penguatan dan perluasan, yang dipelopori oleh pembangunan tiga ladang silo rudal balistik antarbenua (ICBM) di tiga lokasi China barat laut.

4. Inggris Raya



Inggris Raya diperkirakan memiliki 120 hingga 225 hulu ledak nuklir yang siap operasional.

Negara ini telah menyebarkan 40 unit di antaranya pada waktu tertentu. Semua senjata ini berbasis laut dan dibawa oleh rudal balistik Trident yang diluncurkan dari kapal selam yang dibeli dari Amerika Serikat.

5. Prancis



Prancis memiliki sekitar 290 hulu ledak nuklir yang telah dikerahkan untuk siap temur. Sebagian besar berbasis kapal selam, sedangkan sisanya berbasis rudal jelajah yang diluncurkan dari udara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!